Ganyang Malaysia (updated — comment is disabled)

8 March 2005

Memang benar usul dari saudara Dudi untuk menutup komentar dari artikel ini. Karena dari sekian komentar (baik Indonesia maupun Malaysia) hanya sedikit yang benar-benar ingin mengajak diskusi tentang Ambalat. Oleh karena itu saya maupun rekan enggan untuk menjawab ataupun membalas komentar-komentar yang (maaf) tidak bermutu atau hanya mengandalkan emosi semata. Selain itu paling tidak lampirkanlah identitas Anda (email ataupun alamat site) sehingga kami bisa membahas dan mempertanggung jawabkan lebih lanjut diskusi ini. Sekali lagi kami minta maaf. Segala usul dan saran bisa anda sampaikan via email atau isi dalam Buku Tamu. Terimakasih

Gerakan anti Malaysia ternyata gak cuma merambah di dunia politik, melainkan di dunia cyber (internet) juga semakin merajalela. Para Patriot² hacker Indonesia telah unjuk kebolehan dengan mengacaukan situs² milik pemerintahan Malaysia dan universitas di malaysia. Sebut saja yang paling heboh sampai masuk dalam berita di detik kemarin (lihat berita selengkapnya diberita dengan judul Hacker Ganyang Situs malaysia dan Numpang Sengketa Pulau Ambalat, “hacker” ganyank situs Malaysia). Atau pada situs milik pemerintahan Malayisa yang telah diganyank kemarin malam yaitu situs Kementrian Tenaga, Air dan Komunikasi Malayisia dengan tampilan foto Soekarno yang seolah-olah memberi semangat untuk selalu siap mempertahankan tanah Indonesia.
Indonesia raya merdeka … merdeka. Tanahku negeriku yang kucinta …. Indonesia raya merdeka .. merdeka Hiduplah Indonesia raya ….

84 Comments »

The URI to TrackBack this entry is: http://fendra.blogsome.com/2005/03/08/ganyang-malaysia/trackback/

  1. Hai Indra… salam kenal ya. Aku udah bikin banner gerakan ini dengan jargon: Ambalat belongs to Indonesia! See my blog, please. Tolong bantu sebarluaskan ke blog2 yang lain ya. Thanks. :)

    Comment by bee — 8 March 2005 @ 09:01

  2. plok plok plok… maut jess asli maut….
    hacker sejati kota Malang :p

    Comment by dudi — 8 March 2005 @ 11:33

  3. Ambalat bukan Pulau ?

    Tidak seperti Pulau Sipadan dan Pulau Ligitan (wilayah Teritori) , Ambalat ini berbeda (wilayah Kelola). Benarkah demikian ? Dan Ambalat ini sebenarnya bukan Pulau. Hah……

    Trackback by projection | gempur`s weblogs — 8 March 2005 @ 12:18

  4. Desa Ambalat, Desa dengan Potensi

    Membaca blog-nya Bisma_J a.k.a Bee tentang Gerakan Ambalat belongs to Indonesia!, disana ada link menuju Peta Ambalat dari Multimap.com. Ternyata Blok Ambalat itu diambil dari nama Desa ini, desa di tepi sungai yang bermuara ke Selat Makassar. Desa Amb…

    Trackback by projection | gempur`s weblogs — 8 March 2005 @ 16:00

  5. KTAK website was ‘cracked’ too

    This the defaced frontpage of the Ministry of Energy, Water and Communications (KTAK) wesbite, dated March 6. Click image to view higher-res screenshot Source: Indonesian blog: Puncak Abadi Para Dewa. Thanks reader Riaz Razak for the pointer. Looks lik…

    Trackback by Screenshots... — 9 March 2005 @ 04:07

  6. script kiddies .. get lost

    Comment by whitehat — 9 March 2005 @ 08:08

  7. 6: this is not about script kiddies. almost site on malaysia government has a SQL injection vulnerable.

    Anyone can hack that system. Anyone can put other nick on that server. So, there’s no guarantee the owner this website has been hacked your system.

    Come on man… group up and think smart.

    Comment by bugtraq — 9 March 2005 @ 11:09

  8. ooo, ini dia hacker sejati kota malang. keren bo! pinter deh. bole belajar ga? kalo jun3t aja udah ngakuin, apalagi aku yang awam… jadi gelar hacker sejati kota malang pindah dari jun3t ke elu ya? hahaha…

    Comment by wandi — 9 March 2005 @ 11:25

  9. ups… misstype :) i mean grow up.
    looks like digital war between Malaysia and Indonesia begins soon later.

    Just checked and checked again your system bro.

    Comment by bugtraq — 9 March 2005 @ 16:26

  10. bee : Lam kenal juga bee, tuh bannernya udah aku pasang. Yang agak gedan gini dunk, jadi para Malesy (sebutan untuk org Malaysia, red) biar bisa ngeliat dengan jelas perjuangan kita.

    dudi : Huuhuu … aku seng dipakakno rek … kan Mr. Ndoweh seng berbuat.

    Gempur : bagus tuh postingannya, jadi biar kita paham betul ttg Ambalat, kan banyak yg gak tau sebelum peristiwa ini terjadi (termasuk aku). Thank’s

    jeffooi & whitehat : Wah pake bahasa Inggris nih, kelemaha gua tuh. Dasar orang Maleys loh. Bilangin tuh sama PM loh, jangan maen seenaknya sendiri, gue sumpahin impoten loh. so what gitu loh.

    bugtraq : Wow kakak seng mbalesi, sip deh. Bener kakak, bisa saja orang yang berbuat itu memakai nama orang lain.

    wandi : Horee .. akhirnya calon walikota mBatu angkat bicara, tapi sayang komennya salah tuh, itu hanya sebuah posting loh kakak. bukan berarti saya yg posting trus saya yg melakukan deface. Bener kan ?? hihih …

    Comment by Indra — 10 March 2005 @ 03:18

  11. buat apa gaduh sama islam,tuhan laknat perkara tersebut. jangan jadi gol.jahilliah seperti di negara arab(Mengagungkan kaum sendiri). orang barat tepuk tangan tengok orang islam sini gaduh. KALAU NAK JIHAT PERGI PALESTIN,CHENYA KE OK jugak tu…fikir fikirkanlah….

    Comment by Joe jambul malaysia — 10 March 2005 @ 07:23

  12. Joe jambul malaysia <— Get Out FroM My cOuntry…Your Goverment Is SucK! Your President No Havent Ashame!

    Comment by Qta — 10 March 2005 @ 09:13

  13. Well, untuk tuan Joe.. mohon hal ini jangan membawa2 agama.. kami pun moslem, tidak selayaknya anda membawa nama2 Tuhan, sebenarnya kami sendiri tidak mengerti persis apa yang terjadi disana, saya pribadi pun tidak tahu persis latar belakang soalan Amabalat tersebut, apakah benar adanya Ambalat tersebut milik Indonesia, ataukah memang milik Malay. Memang benar, negara Barat saat ini bersorak sorai atas perpecahan masalah Amabalt ini, kita harus menyikapinya secara dewasa. Namun jika anda sendiri tidak menyenangi pertikaian ini, mengapa pulalah engkau menulis “jangan jadi gol.jahilliah seperti di negara arab(Mengagungkan kaum sendiri). orang barat tepuk tangan tengok orang islam sini gaduh. KALAU NAK JIHAT PERGI PALESTIN,CHENYA KE OK jugak tu…fikir fikirkanlah…” apakah tulisan anda ini akan memecahkan masalah kami yang sudah bertumpuk, atau minimal meredakan kekesalan para kawan hacker kita… jika anda hendak menasehati kami sebaiknya anda juga berfikir apa yang sedang terjadi dengan negara kami. Saya tidak meminta solusi, tapi jangan asal berbicara seakan2 anda ini yang paling benar. seperti kutipan pernyataan anda, … fikir fikirkanlah…!!..

    Comment by punyaixan — 10 March 2005 @ 10:07

  14. aku ikut perjuagan bangsa indonesia lewat doa
    salam dari anak negri untuk indonesia tercinta

    Comment by andipanser84 — 10 March 2005 @ 12:27

  15. THANKS TO YOU ALL PATRIOT FRIEND OF INDONESIAN HACKERS COMMUNITY, GIVE YOUR BEST ACTION……BE CAREFUL & WATCH YOUR BACK MEN……

    Comment by WISE_GUY — 10 March 2005 @ 12:54

  16. Joe jambul malaysia & punyaixan : Apakah masalah Ambalat itu termasuk masalah Agama?, ingat hai Maleys, Tuhan juga melaknat kaum penindas dan arogan (seperti kaum Malaysia). Fikir … fikirkan itu :lol:

    andipanser84 : mari kita tunjukkan kalo indonesia itu satu, kebersamaan, dan Indonesia itu adalah bangsa yang besar.

    WISE_GUY : teman ato mata² nih ?, but thanks for your attention.

    Comment by Indra — 10 March 2005 @ 15:22

  17. salut buat Indra…. patriot kita, Malesy gk usahlah bawa2 agama, saya juga moslem, Allah benci bangsa arogan yang merasa bener sendiri…., Mampuslah Malaysia! negara kecil yang sedang mimpi jadi neokolonialisme…

    Comment by Abdullah Kamal — 10 March 2005 @ 15:40

  18. Hidup Indonesia….!!!!!

    Comment by Tika — 10 March 2005 @ 16:33

  19. kamu semua dari indon ni memang susah untuk hidup aman bersama dengan malaysia.lihat lah apa yang berlaku pada rakyat kamu di malaysia.mencuri,merogol,merompak,mabuk alkohol kemudian mahu protes berkenaan ambalat pula.mudah untuk kamu dendam dengan malaysia.lihat sendrey aku,orang indon di sini sendrey sudah pandai ancam orang di malaysia.mahu tunjuk kuat?

    ya…memang benar ada rakyat indon di malaysia yang di tindas.tapi bilangan isu nya boleh di kira dengan jari saban tahun.cuma media massa dari tempat kamu sendiri yang perbesar kan.

    yang tidak tahan di kira ialah berapa ramai masuk secara tidak sah.

    jangan kata kami saja di jajah oleh inggeris.kamu sendri di jajah oleh belanda dan portugis.sejarah kamu bukan kami tidak baca di sekolah!

    kami di malaysia memang penyabar

    peace!!!

    Comment by kamil — 10 March 2005 @ 22:23

  20. astaghfirullahaladzim…kenapa ni ribut2…malaysia dgn indonesia kan berjeran…sama sama negara Islam..Apakah orang Islam gemar membinasakan org Islam yg lain ? Jika ya betul begitu, bisa hancurlah Islam kerana umatnya sendiri.Nauzubillahi min zalikh.. Segalanya boleh dibawa berbincang….

    Comment by Lifehouse — 10 March 2005 @ 22:53

  21. Sabar Your Ass…..! Dasar Malesy…! Orang susah cari kerjaan malah dicambuk, gaji gak dibayar, pembantu dianiaya, dipukulin, terus diusir. Sekarang coba-coba mencuri Ambalat, wilayah Republik gue. Gue sumpahin negara loh yang zalim itu dilaknat biar ancur-ancuran. Gue sumpahin juga, biar Siti Nurhaliza ketubruk Bajaj kalo dia lagi nyanyi di Jakarta. Kalo elo baca sejarah, elo tau dong Bangsa Indonesia itu bangsa yang Besar dan pantang dihina. Kita ini pewaris Kemaharajaan Raya (atau dalam bahasa loh: Empayar) Sriwijaya dan Majapahit. Kalo mau main klaim-klaiman gimana kalo Indonesia mengklaim seluruh bekas wilayah Kedatuan Sriwijaya dan Kemaharajaan Majapahit sebagai wilayah Indonesia. Nggak bakal ada tuh negara Malaysia, Singapura dan Brunei! Trus kemerdekaan negara kita direbut dari Belanda dan Jepang oleh Kakek, Nenek, dan Mbah-mbah kita pakai perjuangan, tenaga, darah, dan air mata. Emangnya Malaysia yang kemerdekaannya dikasih gratis hadiah dari Inggris. Dasar negara payah, kagak punya identitas..!
    Bendera elo yang dibilang “Jalur Gemilang” aja nyontek bendera Amerika. Lagu kebangsaan elo “Negaraku” aja niru lagu Pop Indonesia “Terang Bulan” yang ngetop disini tahun 60-an. Batik nyontek Jawa, Keris niru juga, sampe sambel terasi/belacan aja nyontek dari Indonesia. Idih…, payah banget gitu loh..!
    Jadi temen-temen sebangsa, kalo belanja di pasar atau super market, coba deh lihat produknya made-in mana. Kalo made-in Malaysia, jangan dibeli..! Boikot produk Malaysia! termasuk cewek satu itu, Si Siti Nurhaliza. Jangan beli kaset dan CD-nya. Jangan undang dia nyanyi di sini. Masak TKI kita gak boleh cari nafkah di Malaysia, penyanyi Malaysia enak-enakan cari makan di sini.

    Merdeka…!!!

    Comment by Cucu Buyut-yut-yut-nya Gajah Mada — 10 March 2005 @ 23:29

  22. Abdullah Kamal : Bukan kita saja yang akan merespon seperti itu, semua rakyat disuatu negara pun tak ingin kalo’ diinjak-injak oleh bangsa lain. Semua bangsa di dunia ini memiliki kehormatan sendiri² karena dimata Tuhan semua bangsa (baik itu beda agama) semua sama kan ??? :-o

    kamil : Banyak bukti yang menunjukkan penindasan yang dilakukan oleh bangsa Malesy terhadap TKI. Salah satunya gue dapat dari Malaysian Blog, Baca ini. Trus bisa kamu tunjukkan bukti² kalo bangsa kami melakukan perbuatan seperti yang anda tuduhkan diatas ??? Satu lagi dari kami dan ingat²lah sepanjang hayat kamu bahwa Bangsa Indonesia meraih kemerdekaannya dengan perjuangan jiwa dan raga selama berabad-abad. Tetapi bangsa Malesy, :lol: “hanya” mendapatkan kemerdekaannya dari Inggris (mungkin karena kasihan gak mampu berjuang kali yah). Dan mungkin tolong diperbaiki pelajaran sejarah di negeri anda, so what gitu loh

    Lifehouse : Mungkin dalam konteks ini (maaf) agama bukanlah menjadi inti dari permasalahan, karena kalo boleh jujur saya juga seorang moslem. Disini yang menjadi permasalah yaitu kehormatan dan harga diri bangsa. Jadi yang patut dipertanyakan yaitu : “apakah pemimpin Malaysia itu beragama ??”.

    Cucu Buyut-yut-yut-nya Gajah Mada : Wah … hebat sekali mas satu ini, seorang pakar sejarah yah ?? :) . Tapi memang benar, bangsa Indonesia adalah bangsa yang besar.

    Comment by Indra — 11 March 2005 @ 00:25

  23. Hi, i’m a Malaysian. Born and raised here. The grandfather of my grandfather came to Malaysia from Keraton, Indonesia . I don’t really know who he is but my grandfather said that he’s related to “Hamangkubuwono”. That’s not really the point i want to focus here. The fact that the anti-malaysian sentiment risen so much in the heart of people of Indonesia has really hurt me as a Malaysian so much. Do you Indonesian really hate Malaysia so much? Come on, its just an island. Let both country leaders talk themselves out of this matter. Do you think by hacking Malaysian websites, this issue would be resolved. Doing those illegal hacking activities won’t do anybody any good. Speaking so patriotic, you are not really patriotic by breaking your own country’s IT related laws by hacking.While admitting that i don’t really have in depth knowledge about computer security, like most malaysian govmnt web admin, I just like to say that your actions are immature. Come on, your bad people are just as bad as ours. That’s because there are bad people anywhere in this world. You hate Malaysia so much, then tell all those millions of illegal workers from indonesia in Malaysia to go back to your home because you love your home so much. Our people pay taxes, but not them, they enjoy what our taxpayers enjoy, without contributing anything. It’s not our people who go to other country and give other people problems at their own country. Your people in Malaysia give us as much problems here, as much as they give us benefits. Don’t think so high of yourself.

    I have a suggestion . Why don’t you just hack your own government websites. Let see if they will give back your petrol subsidy they took away from you Indonesian taxpayers days ago and reduce the 30% increase that burdens your own people.

    We are brothers, and brothers should act like brothers , not like enemies. Remember what happens after the tsunami…???

    that’s all. njalok ngapuro yo!

    Comment by justAnyBody — 11 March 2005 @ 00:53

  24. blah la indon…nak kerja pun datang negara orang..banyak kecoh lak..orang sini tak heran la..

    proud to be malaysian! :lol:

    malaysiaku..
    tanah tumpahnya darahku..
    rakyat hidup..bersatu dan maju..
    rahmah bahgia..Tuhan kurniakan..
    Raja kita selamat bertakhta..

    Comment by para & jeff — 11 March 2005 @ 03:35

  25. udahlah, Indonesia terlalu besar, engak sempat ngurus ambalat, lagi pula, kalau Ambalat ada penghuninya, seratus persen saya jamin orang ambalat mau nya sama Malaysia, ekonominya lebih bagus, keamananya terjamin. etc….

    saya dari Jawa, kalau saya diminta untuk memilih, anda mau pilih jadi warga negara Indonesia atau Malaysia?, maka, tanpa pikir panjang saya akan menjawab mau menjadi warga negara Malaysia….,

    he..he..

    Comment by indra suhardi — 11 March 2005 @ 04:11

  26. Assalamualaikum WBT
    Saya adalah warganegara Malaysia dan saya begitu musykil mengapa rakyat Indonesia agak kecoh dan terganggu dengan isu ini. Untuk pengetahuan saudara-saudara Indonesia di sana, isu ini tidaklah begitu serius bagi kami, maki hamun serta cacian bukanlah satu masalah. Teruskanlah jika itu memuaskan kamu semua, kerana apa yang kami tahu, kamu semua hanya membuang masa dan akan terus dibelenggu perasaan benci yang akan merosakkan negara kamu sendiri.
    Tindakan kamu semua adalah tidak matang sama sekali dan amat memalukan negara Indonesia itu sendiri. Tidakkah kamu sedar banyak warga Indon di sini yang mencari nafkah untuk anak-anak dan keluarga mu di sana? Tidakkah duit-duit itu datang dari Malaysia juga? Tidak tahu berterima kasih ke?
    Bagi saya media-media Indonesia hanya menggunakan isu remeh temeh seperti ini untuk menutup masalah dalaman negara Indonesia, seperti baru-baru ini kenaikan harga minyak dan pembatalan subsidi yang menimpa kamu semua di sana.
    Dan mengenai “hacking” website kami di Malaysia, perkara itu tidaklah serius dan tidak mendatangkan masalah kepada kami. Tidakkah kamu tahu bahawa Malaysia adalah salah satu negara yang mempunyai kemudahan internet yang tercanggih di dunia dan mempunyai banyak pakar-pakar teknologi maklumat, dan jika kamu semua masih tak sedar-sedar lagi, Malaysia mempunyai pengguna internet yang terBESAR di kalangan negara-negara OIC.
    Takkan kamu semua lupa yang kita ni semua bersaudara? Media-media di sini begitu ghairah mengutip derma untuk penduduk Acheh selama beberapa minggu dan menghantar pelbagai bantuan. Dah lupa? Saya begitu tidak memahami dengan perangai-perangai memalukan segelintir rakyat Indonesia seperti sesetengah yang berada di website ini. Selesaikan lah masalah dalaman negara sebelum memikirkan masalah luaran. Ok?

    Comment by HaiKal — 11 March 2005 @ 04:43

  27. Salam semua, tidak usah kita bergaduh sesama sendiri. Kembalilah kepada fitrah. Walaupun kita dibatasi oleh jalur sempadan negara, tapi kita adalah umat ISLAM, yang berpegang kepada kitab dan sunnah rasul yang sama, Al-Quran dan Sunnnaf Rasulullah (Muhammad S.A.W). Brbincang dengan baik, lihat dulu penyelesaian yang cuba dilakukan oleh pemimpin negara masing-masing. Gunakan akal yang terhasil melaui pendengaran, penglihatan dan hati kita. Teliti dan fikirkan.

    Comment by Zamri — 11 March 2005 @ 06:54

  28. udah indon… nak gerudi minyak kat ambalat leh kunun… baik korang tengok goyang gerudi INUL lagik asyik…. sama2 lah indon goyang gerudi……

    Comment by FUBAR — 11 March 2005 @ 07:58

  29. saya ngak tahu pak saya main bulu tangkis aja

    Comment by koncoro — 11 March 2005 @ 08:00

  30. gerudi inul baik aja dihh jom dandut sampe pagi ngak pun sampe mati dehhh :lol:

    Comment by koncoro — 11 March 2005 @ 08:01

  31. hehe masakan goyang gerudi ngak tahu… popular satu asia apa… INUL goyang gerudi….. mantan presiden kamu gus dur pun tahu kok…..

    Comment by FUBAR — 11 March 2005 @ 08:04

  32. mari goyang gerudi berame-rame… ah aha ah ah aha… hey koncoro apa kata kita x yah ganyang malaysia ka indon kita goyang gerudi kat amabalt sama2…. sure keluar itu minyak kekekekeke

    Comment by FUBAR — 11 March 2005 @ 08:21

  33. Malapetaka tsunami pun belum hilang dari ingatan.. anda masyarakat indon tak tahu sedar diri ka?..

    Comment by ZenDz — 11 March 2005 @ 08:24

  34. patut Tuhan tunjuk Malapetaka lebih besar kepada anda kerna anda tidak pandai insaf

    Comment by ZenDz — 11 March 2005 @ 08:27

  35. bagus website kat malaysia kena hack … biar semua system admin terjaga daripada tidur … makan gaji buta …

    dan rasanya kalau tempat tu takda petroleum takda siapa yang nak claim … tak kira tempat tu indonesia atau malaysia yang punya … kontraknya tetap milik orang asing …

    kalau mahu perang … silakan … kita lihat siapa yang menderita … bertuah betul anasir2 luar di nusantara … cukup sekadar melihat kemusnahan negara lain tanpa perlu melakukan apa2 … semua kerana kebodohan rakyat …

    Comment by karz — 11 March 2005 @ 08:34

  36. ko nie betul laaa.. memang suke pecah-belahkan sesama sendiri…

    Comment by ZenDz — 11 March 2005 @ 09:06

  37. Mempertahankan Pulau Ambalat ?
    Jangan cepat terbawa emosi dengan masalah perbatasan dengan Malaysia di Ambalat. Ini adalah upaya untuk membelokkan perhatian masyarakat yang sedang bermasalah dengan kenaikan BBM dan masalah lain yang menghadang pemerintah. Ingat politik konfrontasi “Ganyang Malaysia” zaman Bung Karno ? Saat ini Pemerintah kayanya udah kehabisan daya dan dana bikin iklan “Pro Kenaikan BBM”, maka cara untuk membelokkan perhatian masyarakat dan menarik solidaritas masyarakat yang paling effektif adalah menerapkan politik konfrontasi dan Malaysia adalah yang paling cocok untuk dijadikan “musuh” Indonesia

    Comment by pharyono, Jakarta — 11 March 2005 @ 09:21

  38. Tapi kenapa media indonesia terlalu lantang tentang isu ini. Sepatutnya pihak pemerintah seharunya lebih teliti dalam menyekat media dari menyemarakkan lagi isu ambalat ini. bagi kami di malaysia, perundingan secara aman adalah jalan terbaik. Saya rakyat malaysia sedikitpun tidak mahu berbalah dengan anda

    Comment by ZenDz — 11 March 2005 @ 09:27

  39. bunuh semua indon yang tak kenang budi kerja di malaysia..wei dah la negara ko tu miskin merempat tentera lak zaman firaun lagi….sekali attack dari udara bye2..sedar sikit..negara ko tu bergantung kepada ekonomi dan kemajuan malaysia…kalau malaysia tak amik korang kerja..makan pasir lar korang..bodoh indon

    Comment by witch — 11 March 2005 @ 10:00

  40. satu lagi…dah terbukti kekuatan tentera korang(indon) mmg tak setanding ngan malaysia…tapi masih nak perang2 lagi…nak mati katak ker…dah la separuh dah kaum batak kau dekat acheh tu tenggelam dalam laut dek tsunami…tu pon tak sedar2…nanti kalau shiela on 7 atau peter pan datang malaysia aku sumpah jadi peti ais seumur hidup kalau si kris dayanti super botox tu datang aku sula bontot dia dengan batang pinang…pegi mampos kau indon…negara besar tapi mundur sbb rakyat dia bodoh2 belaka..hanya asyik tengok bontot indul darasita(senjata maut kaum indon)

    Comment by witch — 11 March 2005 @ 10:11

  41. Entahlah. Orang kene ingat berapa ramai lagi rakyak anda dok kat m’sia nie. Dok tarik duit. Buat balik negara anda. Tiap2 ari aku tengok kesian tukang cuci meje aku dok gosok meje sampai berkilat. sape tu. Minah indon la. Kite orang bagi peluang keje sini. Cari duit kat Malaysia. Tapi “madu dibalags dengan tuba”. bgus betul anda semua.

    Comment by ZenDz — 11 March 2005 @ 10:32

  42. dah lah tueh orang malaysia….jangan nak panas kan lagi isu ni….presiden indonesia dengan pm malaysia hendak bawa kan perkara nie ke mahkamah icj.jadi hal ini pasti ada jalan untuk pendamaian.

    aku tak nampak lagi rakyat indonesia di malaysia di hasut dengan kempen ganyank malaysia cuma segelintir ajer yang fikir hal ini serius.

    peace malaysia and indonesia

    Comment by kamil — 11 March 2005 @ 10:44

  43. kom indon aku belanja makan ABC.nasik lemak kampong baru pon bes gak

    Comment by witch — 11 March 2005 @ 11:06

  44. Media Indonesia menjadikan isu konflik mengenai konsesi minyak di Laut Sulawesi (istilah Indonesia ialah ‘isu Ambalat’) sebagai bahan berita utama di media mereka, lebih-lebih lagi di kaca TV.

    Di setiap berita TV, isu ini menjadi tajuk utama, malah disiarkan juga kempen kerahan tenaga untuk ‘ganyang’ Malaysia. Dilaporkan lebih 2,000 telah mendaftar sebagai sukarelawan di Makassar untuk ‘ganyang’ Malaysia.

    Kempen kerahan kerah tenaga ini juga telah merebak ke Surabaya. Media Indonesia seakan-akan meniupkan ‘api’ sentimen rakyat republik itu terhadap Malaysia. Laporan ini lebih menjadi-jadi apabila ianya diulangi setiap jam dalam berita TV,

    Bagi saya, ini adalah strategi pemerintah Indonesia untuk mengalih perhatian rakyat terhadap isu sebenar yang akan mengugat kredibiliti mereka iaitu isu BBM (bahan bakar mentah) yang sedang hangat diperkatakan di republik tersebut.

    Kenaikan harga bahan bakar ini menbebankan setiap rakyat Indonesia di mana harga barangan keperluan asas telah naik. Strategi ini digunakan oleh pemerintah Indonesia untuk mengalihkan kemarahan rakyatnya kepada Malaysia yang didakwa mencabul kedaulatan wilayah Indonesia.

    Maka kita lihat pihak media Indonesia mengapi-apikan isu tersebut dan semangat patriotisme rakyatnya dibakar sebanyak mungkin. Isu kenaikan harga bahan bakar adalah isu besar pertama yang menguji kepopulariti President Susilo Bambang Yudhoyono.

    Antara isu yang dimainkan oleh media Indonesia terhadap Malaysia ialah:

    * Malaysia membuat keputusan unilateral terhadap persempadanan wilayah dan tindakan ini dianggap tidak wajar dan tidak mencerminkan etika jiran yang baik.

    * Nelayan Malaysia telah banyak kali merompak kapal kapal nelayan Indonesia.

    * Layanan yang tidak berperikemanusian oleh Malaysia terhadap pekerja Indonesia.

    * Perasaan ‘tidak puas hati’ terhadap keputusan Mahkamah Keadilan Antarabangsa bahawa Pulau Sipadan dan Litigan adalah milik Malaysia.

    * Menyiarkan dengan meluas kempen kerahan tenaga untuk ‘ganyang’ Malaysia oleh badan-badan tertentu.

    * Visual kapal kapal perang Indonesia beserta dengan jet pejuang pejuang F16 dan pesawat pengawasan udara meronda di kawasan terbabit disiar setiap jam.

    * Lawatan Presiden Susilo ke kawasan tersebut diberi liputan meluas melalui laporan lintas langsung.

    Namun begitu, saya merasakan episod ini adalah semata-mata untuk mengalih perhatian rakyat Indonesia daripada isu sebenar iaitu kenaikan harga minyak. Pendekatan yang diambil oleh pemerintah Malaysia adalah lebih waras dan berhemah walaupun ‘kawalan’ media dibuat – di mana isu pertelingkahan ini tidak disiarkan secara meluas, cuma kenyataan yang dibuat oleh menteri luar supaya perkara ini dapat di bawa ke meja perundingan melalui saluran diplomasi.

    Rata-rata rakyat Malaysia tidak pun sedar ‘kehangatan’ isu ini. Ini adalah lebih tepat daripada mengapi-apikan rakyat Malaysia terhadap apa yang berlaku di tanah seberang, walaupun saya rasa, tidak kurang ramai sukarelawan di Malaysia yang bersedia untuk menganyang Indonesia jika ada kerahan tenaga!

    Syabas pada pemerintah Malaysia yang lebih matang.

    Comment by Mat Motor — 11 March 2005 @ 14:45

  45. A’kum… pembaca… rakan serumpun sekalian.

    Sudahlah… hentikan sahaja sengketa ini, tiada yang membawa kepada kesan dan manfaat… hanya membawa kepada pertikaian dan pertelingkahan.

    Ikutlah saluran sebenar… negara Malaysia dan Indonesia ada undang-undangnya, malah dunia juga ada aturannya. Baca fakta… baca warta! Lihatlah Ambalat itu siapa yang punya.

    Jangan jadikan bangsa kita bangsa yang suka bersengketa… mengapa tidak hidup aman dengan harmoni dan gembira. Mahu Ganyang Lagi???? Silakan dong… Kami bangsa Malaysia tunggu…. tak ingat lagi Ganyang yang pertama? siapa malu siapa kecewa… (fikir-fikirkan). Jangan pisang berbuah dua kali…. kamu juga yang rugi.
    Jangan ada benci…. A’kum…. Kita jumpa lagi!!!;)

    Comment by msyawal_utm — 11 March 2005 @ 14:49

  46. tai malaysia…!!
    kontol..!!!
    kunyuk..!!!
    bangsat bedebah laknat..!!!

    Comment by clutak — 11 March 2005 @ 15:19

  47. To Cucu Buyut-yut-yut-nya Gajah Mada!!!

    Enaknya berbicara… ingat.. buruk padahnya bila berkata dalam keadaan otak diletak dilutut, bukannya dikepala, hidup bertunjang nafsu… bisa jadi lesu…

    Boikotlah segala… binalah fatwa…
    Kita manusia…, punyai minda.
    Hidup Malaysia… bersatu jiwa…
    Mana Indonesia… sekadar nama

    Mana muslimnya… mana kristiannya..
    Tragedi melanda… meminta segala
    kamu hidup… asyik meminta
    kami membantu… di caci cela.

    Ada apa dengan nama…
    Ada apa dengan cinta
    Apa yang ada dengan Indonesia…
    Ramai penduduk… mendatang merata..

    Marah salah… tak marah pun salah…
    Kalau tak marah… membawa padah..
    Kaum Indonesia… ingatlah…
    Bukannya jauh… kita dok sebelah…

    Buat apa mengadu domba…
    Tingkatkan produktiviti… kan bagus mbha..
    Hidup Malaysia… selamanya!!!

    jadi bangga… tumpahnya darah…
    Indonesia meredeka… merdeka yang lemah
    Boleh negotiate… buat apa sumpah…
    Kami Malaysia… bukannya sampah!

    Kami merdeka… bukan kerana Inggeris
    kami merdeka… KERANA KAMILAH PEWARIS!

    Assalamualaikum…

    Comment by msyawal_utm — 11 March 2005 @ 15:39

  48. .. gov.my com.my em korang baca lah isu isu ni kat sini.. di indon isu ambalat &#8212; isu minyak &#8212; diperbesar-besarkan .. berikutan dengan itu.. yang menjadi […]

    Pingback by blog hardyweb -perjalanan hidupku &raquo; Blog Archive &raquo; defacement — 11 March 2005 @ 15:58

  49. dari sekian banyak komentar rekan Malaysia disini, tidak ada satupun yang mencantumkan identitas resmi (hanya RZA yang saya tau, itupun karena beliau mengirim pesan ke saya melalui friendster, sayang fotonya masih kurang jelas) minimal alamat email ataupun URI masing-masing blognya.

    Kenapa ini?

    Jika kita memang ingin berdiskusi dengan hati dingin tentu tak perlu ada ketakutan untuk menampilkan identitas resmi.

    Saya gak mau komentar atau menanggapi diskusi dari anonymous. Menyia-nyiakan pikiran saya.

    Jika memang tertarik, ayo tampilkan identitas anda dan kita berdiskusi dengan kepala dingin.

    ps: saya tampilkan identitas resmi saya agar tidak ada kecurigaan

    Comment by dudi — 12 March 2005 @ 00:01

  50. ahh…pusing mikir ambalat. rame-rame di koran, di web, di blog, tetep aja kita harus cari duit buat makan, buat beli rokok, buat bayar bandwith, bayar utang, bayar spp, beli bensin, nraktir cewek, beli pulsa, dll…dll…
    udah deh, cari duit aje bro, pada rame di sini gak menghasilkan apa-apa, cuman tambah sevel, jengkel, marah, sedih. tapi, terserah elo-elo pada deh… kalo gue sih orangnya asik aje….yg penting die kagak nyenggol gue. wataw !! (by neo) ;)

    Comment by alfa — 12 March 2005 @ 00:31

  51. telah dua pulau kita dicuri, sekarang ambalat,itulah malaysia kerajaan yang makmur dari barang rampokan, sedang kita miskin karena dicuri para maling berseragam korpri. Sial bener ini bangsa kita.

    Comment by sultan bulungan — 12 March 2005 @ 00:35

  52. hai Malaisye, kita memang satu agama, dan agama punya syare’at, siapa saja yang melanggar syare’at, wajiblah ia di jatuhi hukuman, persorangan maupun kolektif, jika ia mengambil milik orang lain maka ia harus di hukum potong tangan, jika kerajaan yang melakukan maka tangan kerajaan harus di potong. demikian syare’at itu dijalankan. wassalam..

    Comment by sultan bulungan — 12 March 2005 @ 00:55

  53. takda cakap banyak, dulu diperkatakan “Kalau tumpah darah anak Melayu di sini, akan ku amukkan satu pulau”.

    sekarang - “Kalau tumpah darah anak Malaysia di sini, akan ku amukkan satu kepulauan”

    Comment by hang tuah vision 2020 — 12 March 2005 @ 09:55

  54. GANYANG MALAYSIA>>>>>>>>>>>>>>>>>!!!!!!!!!!!!!!

    Comment by The LION — 12 March 2005 @ 10:01

  55. keh keh keh.. amuk jgn tak amuk tuah.. jebat akan turut sama.. kite hancurkan sriwijaya moden..

    Comment by jebat — 12 March 2005 @ 10:52

  56. you all malaysian are motherfuckers!!! small country but act like a big one. 25 million against 250 million? come on you assholes, our nation will crush all of you like shit!!! we will fight for our right !!!

    Comment by nusa bakti — 12 March 2005 @ 11:09

  57. To all big mouth malaysians..
    As a forever British dog, your country must thank so much on your master for the economic prosperity given by him. Even in handling this situation your government still try to hide under British ass by sending your minister and then your PM to make a deal with them. What a shame country you have? Better shot your head than becoming somebody else dog forever. Your are dishonest people, during Suharto rezim, your Mahathir always give a smile and say “our big brother” to Indonesia, while after the economic crisis you shamelessly took advantages of our struggling country by torturing our fellow Indonesian workers, by stealing our forest, and by stealing our islands.. have you no ashame??? Remember your soldiers are fat (I read this news from malaysian newspaper hahaha shame on you), they don’t have any chance with our soldiers, think about it British dog!! You are smarter than us??? ohhh knock it off, most of you even have to be paid by your own government to study even in your master country: British! You don’t have even chance to compete with Indonesians for scholarships from all over the world!!! Smarter?? kiss my ass!! What is your really reputation anyway?? Badminton? ooohh my Goshhh… Football?? Ohh don’t you remember the humiliation by our national players in your own country?? Many computer and internet experts?? oohh don’t make me laugh, I heard only India.. malaysia? better you kick your own ass… salam ya dari orang Indonesia nih…

    Comment by andreas — 12 March 2005 @ 11:10

  58. My fellow Malaysians,
    Aren’t you so tired becoming a British dog? Have no your own identity? Go bark to your own Master to gain a full independence!! You are prosperous but not free, always depend on the British.. Pourquoi? parce que vous etes stupides!!!

    Comment by anggara — 12 March 2005 @ 11:21

  59. Assalamualaikum kepada para sahabat seagama dengan ku dan salam sejahtera kepada yang bukan beragama Islam. Dalam menghadapi kemelut mengenai situasi di Ambalat, kita perlu fahami bahawa permasalahan berkenaan adalah wujud kerana sikap media di Indonesia yang terlalu terbuka sehingga mencetuskan keadaan yang tidak tenteram kepada situasi sebahagian kecil masyarakat di Indonesia. Mengapa saya katakan kecil? abang saya sendiri yang baru saja pulang dari Indonesia untuk mengambil TKI secara sah memberitahu berkenaan dengan perkara ini malah turut diakui oleh TKI yang sedang bekerja di Malaysia. Saya selalu mengikuti perkembangan negara Indonesia kerana hanya ketuanan Melayu yang ada di dunia ini hanya tinggal dua buah negara sahaja. MALAYSIA dan INDONESIA. Bayangkan lah jika kedua sentiasa bertelagah dan saling hancur menghancurkan maka akan tinggal satu saja dan akhirnya akan hilang semuanya. sedarlah bahawa ancaman sebenar kepada kita ialah diri kita sendiri. kemudian kita fikirkan apa yang nak dimakan hari ini? esok, lusa dan seterusnya. anak isteri bagaimana? kalau kita mati akibat berperang yang tinggal hanyalah penderitaan. pihak luar terutamanya amerika akan bertepuk tangan lebih gembira… amat gembira! kita di rantau ini baru saja menghadapi masalah Tsunami malah Indonesia (di Acheh) mengalami keadaan yang amat dahsyat. Malaysia turut membantu. Itu cubaan Allah kepada kita semua. janganlah ditambah lagi penderitaan golongan majoriti di Indonesia yang tidak bersetuju dengan perkara ini. cuba layari laman web akhbar-akhbar Malaysia dan Indonesia. boleh dilihat perbezaan pendekatan yang dimainkan. walau bagaimanapun alhamdulillah media Indonesia mula ‘mengurangkan tekanan’ kepada Presiden. didoakan permasalah ini diselesaikan oleh pemimpin ke dua-dua negara dengan bijaksana kerana yang paling penting kita fikirkan sentiasa “cukupkan apa yang aku bekalkan untuk diri aku, isteri aku dan anak cucu aku hari ini dan esok?” Kita belum bincang tentang Globalisasi (barat kuasai negara miskin dan membangun), Liberalisasi, kebuluran, tidak cukup makan, kris dalam negara, kenaikan harga minyak dunia, Krisis Matawang dan sebagainya. Walau apapun terjadi moga kita sentiasa beriman dan matipun dalam keimanan. Wassalam.

    Comment by Hamba Allah — 12 March 2005 @ 11:32

  60. Aceh donation from Malaysia?? hohoho don’t think yourself too high… how much?? mannn it’s so small.. we don’t even need it.. please be reasonable… you can take back all of your shit son of a bitch donations you give to Aceh rightnow… you are moslems arent you? you know the word “pamrih”.. your people never be honest and always have pamrih… for good malaysians, please think about what your people and government have done to our people and our beloved country… we’re maybe poor, but we have our dignity.. the Indonesians who work in malaysia are only thousands, and we’re more than 200 millions, and you tell us that your country gives us so much money by giving them jobs??? oohhh kiss my ass… and for my fellow Reza, please answer my question, aren’t there many Malaysians who study in British paid by your government instead of British government or universities there?? Well in Holland I only found 1 Malaysian, and his study is paid by malaysian government, the same cases also can be found in other european countries… are you smart enough to have scholarships from other countries? please don’t think of yourself too high.. never heard reputation of malaysians abroad in science and education… and you send your people many more than Indonesians to study abroad without any single renowned reputation??? … what ashamed you have…

    Comment by anggara — 12 March 2005 @ 11:40

  61. Bapak Hamba Allah yg terhormat,
    Kalau memang Malaysia negara dg mayoritas umat Islam, tolonglah hentikan tindakan2 biadab yg dikenakan pada para TKI yg notabene sesama muslim. Kalau memang agama bapak Islam, tolonglah bayar gaji mereka yg bekerja di sana.. tolonglah hentikan pengrusakan hutan dan pencurian kayu di negara kami (14 dari 16 cukong illegal logging orang Malaysia)… tolong panggil pulang itu Dr. Azhari yg seenaknya melempar bom kesana kemari di negeri kami, kalau memang mau jadi teroris jadilah teroris di negara kalian sendiri.. kami ini bangsa yg jujur, selalu memandang Malaysia sebagai saudara, sesama muslim, tapi apa balasan Malaysia pada kami? Pantaskah kami kecewa? Pantaskah kami marah?

    Comment by anggara — 12 March 2005 @ 11:49

  62. Saudara berkata demikian mungkin kerana saudara bukan mangsa Tsunami di acheh. adakah saudara orang acheh? TKI saudara berada di achehkah? kami di malaysia tidak pernah untuk mempertikaikan mengenai bantuan yang diberikan. Ambillah dan gunakanlah sebaik mungkin Ikhlas kerana Allah. saudara mungkin anak orang kaya tetapi bagaimana dengan orang yang tiada apa-apa? Tak perlu saudara pertikai mengenai jumlah penduduk di Indonesia dengan peluang pekerjaan yang diberikan kepada TKI di Malaysia. Bersyukurlah kerana sedikit sebanyak ianya menyumbang kepada pendapatan orang Indonesia. Saya memang menjangka saudara ini kaya orangnya. tapi pernahkah saudara melihat perit jerit orang miskin di desa? kami tidak pernah menghina Indonesia kerana miskin malah kami bantu. kami juga tidak kata kami pandai dan pintar melebihai segala orang di muka bumi ini. kami bersyukur dengan pengetahuan yang diberikan Allah, kami dapat memajukan malaysia dan dapat membantu negara luar juga. mengapa nak dipersoal mengenai biasiswa luar negara? itu tandanya kita MENAGIH BANTUAN LUAR! tapi saya percaya saudara seorang yang kaya. tidak tahu kesusahan anak desa mencari ilmu. bulan april insyaalah akan ada Angkasawan pertama kami. jika saudara merasakan kami masih ketinggalan dalam sains, masakan kami mempunyai Multimedia Super Corridor dan Cyberjaya. kami tidak pernah bermegah-megah atau menunjuk2 dengan kejayaan ini. satu lagi, saudara mungkin terkeluar dari tajuk perbincangan ini. saya bukan menghina mana2 pihak tetapi mengajak kita sama-sama berfikir. sekali lagi saya ulang, saudara mungkin kaya, tidak perlu pikr tentang berapa wang yang tinggal dalam kocek, siapa nak kasi anak isteri makan di ruamah dan yuran pendidikan anak2. tapi masih ramai dari 250 juta orang di Indonesia memikirkan perkara ini. peperangan bukan penyelesaian. Moga saudara tidak salah tafsir maksud saya. wassalam.

    Comment by Hamba Allah — 12 March 2005 @ 12:03

  63. Saudara anggara, untuk makluman saudara, dr azhari sememangnya menjadi ancaman bukan saja di indonesia malah di malaysia juga beliau dianggap sebagai pengganas akibat perbuatannya di sana. mungkin (anggapan saya) dia tidak dapat melakukan di sini kerana pencegaha undang2 di sini tidak mengizinkan beliau dan pasukannya melakukan sedemikian. walau bagaimanapun pihak berkuasa kami sentiasa berhati2 kerana ancaman sebegini boleh datang bukan saja oleh dr doktor azhari malah dari orang lain juga. berkenaan dengan TKI tidak mendapat bayaran, sukacita dijelaskan bahawa perkara ini sebenarnya tidak berlaku. Majikan sebenarnya membayar gaji TKI yang datang secara tidak sah melalui orang tengah (juga TKI tetapi sama ada senior atau paling berpengaruh). bayaran secara terus tidak boleh dilakukan kerana mereka masuk SECARA TIDAK SAH. tetapi malangnya kepercayaan yang diberikan oleh majikan kepada orang tengah telah diselewengkan. orang tengah ini yang tidak membayar gaji rakan-rakan mereka. perkara ini disahkan oleh Menteri Tenaga Kerja Indonesia. Jadi bagi mengelakkan perkara ini sebab itu diminta TKI yang datang secara tidak sah disuruh pulang dan datang secara sah. kini kemasukan semula TKI ke Malaysia sedang berlangsung. saudara boleh lihat Media Indonesia Online. saya percaya perkara ini tidak akan berulang. mengenai kecurian balak di hutan2 indonesia, sekiranya berlaku, tahan dan jatuhkan undang2 Indonesia. kami di malaysia sebenarnya juga tidak bersetuju dengan penerokaan hutan di luar sempadan seperti yang kita sedia maklum. tetapi saudara harus faham, penerokaan ini bukan atas suruhan Kerajaan Malaysia tetapi kontraktor yang gilakan dan tamakkan harta dunia kebendaan. jika saya berada di situasi saudara, saya juga bisa marah tetapi, kita selesaikan perkara ini dengan kepintaran dan kebijaksanaan yang dikurniakan allah. bukan melalui peperangan. semoga saudara faham maksud saya. wassalam.

    Comment by Hamba Allah — 12 March 2005 @ 12:18

  64. We don’t have to RESORT TO OTHER COUNTRIES to get scholarships. If a Malaysian is smart and can get places in good unis, OUR OWN GOVERNMENT gives the scholarship. We DON’T have to BEG other governments to give us scholarships.
    Our governments give out scholarships because MALAYSIA CAN.

    Because of this ruckus, Malaysia in now seriously looking for other alternatives for labour. Who will lose at the end? Of course not you, coz you’re too happy kissing asses in Holland!

    OOh just a note, Mercy Malaysia was on of the first to be in Aceh after the quake. And you’ll probably DON’T need donations and all(coz too busy kissing asses and all), but tell it to the ppl in ACeh.

    Comment by incognito — 12 March 2005 @ 12:45

  65. allahuakbar……….KOGAM (KOMANDO GANYANG MALAYSIA)
    jangan ragu2 hantam aja malaysia…..
    ..ee.para datuk malaysia…kalau memang ente jual mka kite akan beli ……….jangan ganggu INDONESIA

    Comment by srondol — 12 March 2005 @ 13:49

  66. Indra….
    stop/disabled posting komentar disini. Gak ada gunanya kalo kita diskusi dengan kepala panas. Biarkan aja semua komentar yang ada tidak perlu di drop.

    Sekali lagi disabled komentar ini. Daripada anda menuai badai.

    Comment by dudi — 12 March 2005 @ 14:03

  67. bunuh,…….bantai,……….malaysia bangsat !

    Comment by andy — 12 March 2005 @ 16:52

  68. It is your media who told you that malaysian is the first one in Aceh.. your media always boost all things up just to make happy your own people.. to feel so great… but the reality?? oohhh as my fellow Indonesians here said: Bark to your master rightnow to gain your full independence!!! Aha Multimedia Super Corridor? Cyberjaya?? It’s only infrastructure, facility, but the results??? NOTHING!!!! never heard any malaysia world renowned reputation on informatics things, after you build those very expensive facilities!!!… well India, Pakistan, I know their reputation…
    Angkasawan?? oohhh man, it is not you who make that spaceship, it’s the rusians! what are you guys so proud of?? everybody can do that, just kiss other european country ass beside english and you’ll be an angkasawan… I feel pity for you guys since your government always dishonest not only to Indonesian people but also to your own people by telling story of fake greatness…”meninabobokan”… well what can I say, you peoples are victims also…

    don’t bother to try to find scholarships from universities or governments abroad, just bark like a dog..it is better to you all maleys…

    Comment by budiii — 12 March 2005 @ 18:17

  69. Ohhh Malaysia, kamu bisa bikin apa sih??? even for a song you must copy it from South Korean!! shame on you!! Things that you can really do is “tipu sana tipu sini”.. telling yourself that you’re so great just to make yourself happy, just like doing masturbation!!! look outside the windows hai maleys!! what is your REPUTATION to be so proud of??? instead of stealing from us, the honest neighboor!!… your smile and words “big brother” to us during Suharto regime make me sick you know!!! dasar musang berbulu domba!!

    Comment by punten — 12 March 2005 @ 18:28

  70. Bapak Hamba Allah yth,
    Yg kami bicarakan bukan hanya 90 TKI di KL, tapi banyak juga TKI2 illegal lainnya yg passport mereka ditahan oleh majikan2 Malaysia kemudian gaji mereka tidak dibayarkan, bahkan disiksa… mereka yg membunuh majikan malaysia juga bertindak karena kekesalan akibat gaji yg tidak dibayar dan penyiksaan… selepas dari majikan biadab malaysia mereka ditangkap oleh aparat biadab malaysia, disebut illegal karena passport mereka ditahan oleh majikan biadab tadi… kemudian mereka dihukum cambuk! sebenarnya negara anda beradab atau tidak sih??!!! jangan anda mengaku2 muslim, hamba Allah, dsb. kalau tidak bisa mencegah hal2 demikian, anda hanya bikin malu kami sesama muslim!!

    Comment by abdul — 12 March 2005 @ 18:36

  71. talking about scholarships, yeah right bro, even in US all of malaysians paid by their gov’t… they can’t even compete with small population of Indonesians for teaching and research assistantships in good univs here… what should I say mannnn…

    Comment by storm bayu — 12 March 2005 @ 18:43

  72. Entering good universities in UK or US is very easy as long as you have enough money… isn’t that right Mr. Reza? so don’t be so proud for just doing your master or doctoral studies paid by your own government in UK, coz it’s really fucking easy..

    Comment by bentara — 12 March 2005 @ 18:47

  73. what de fuck with all those stupid malaysian ? malaysia cuma 20 juta aja brani ganggu indonesia, australi aja dr dulu takut sewaktu2 indonesia bakal serang mereka. Is this a joke? , 270 million ppl vs 20 million ppl. Even whole ASEAN dont have half of population in Indonesia. Yo Get Lost malaysian motherfucker. Go and pray for ur shit country to be alive .

    Comment by Dox — 12 March 2005 @ 18:54

  74. to Malaysian government,
    Go fuck yourself!!!

    Comment by kumahadamang — 12 March 2005 @ 18:58

  75. VIVE L’INDONESIE!!!!!!!!!!!!!!!!!

    Comment by Proud Indonesian — 12 March 2005 @ 19:28

  76. Memang benar usul dari saudara Dudi untuk menutup komentar dari artikel ini. Karena dari sekian komentar (baik Indonesia maupun Malaysia) hanya sedikit yang benar-benar ingin mengajak diskusi tentang Ambalat. Oleh karena itu saya maupun rekan enggan untuk menjawab ataupun membalas komentar-komentar yang (maaf) tidak bermutu atau hanya mengandalkan emosi semata. Selain itu paling tidak lampirkanlah identitas Anda (email ataupun alamat site) sehingga kami bisa membahas dan mempertanggung jawabkan lebih lanjut diskusi ini. Sekali lagi kami minta maaf. Segala usul dan saran bisa anda sampaikan via email atau isi dalam Buku Tamu. Terimakasih ….

    Comment by Indra — 12 March 2005 @ 20:11

  77. malaysia mah kencingin aja beres , malu2 in bangsa aja perang lawan malaysia , ga level !!! Indonesia negara besar kalo perang cocoknya lawan amrik , russia , aussie, germany. tp peralatan kita itu yg payah huahua

    Comment by wezw — 12 March 2005 @ 22:15

  78. sebenarnya saya tak berapa faham apa yg tengah kamu semua bising-bisingkan.lagipun ada bahasa indon yg saya ngak faham.saya dari malaysia dan lebih suka bersikap natural.kenapa perlu gaduh-gaduh?samada indon @ malaysia,cuba fikir dengan rasional. indonesia rakyat susah, sebab tu pergi malaysia cari rezeki.namun, masalah yang timbul bila ada yang datang secara haram.bagi indo,itu tidak apa kerana perlu cari rezeki,tapi bagi kami di malaysia,akan ada masalah dari segi pengurusan perumahan dan lain-lain.jangan samakan sistem dan budaya indon dengan malaysia.kita satu rumpun,lain budaya..tapi,indon berhak naik marah kalau pekerja indon dizalimi sebab kita manusia,bukan binatang yang tak boleh berfikir dengan waras.malaysia tak boleh pandang rendah pada indon,sekurang-kurangnya industri hiburan di indon lebih gah dari malaysia. apa yang sepatutnya kita semua lakukan adalah betulkan kesalahan masing-masing.bagi indon,saya minta maaf mewakili rakyat malaysia,kami mungkin tidak biasa hidup susah seperti anda,jadi kami tidak memahami situasi anda.namun,jika anda ke malaysia,datanglah secara sah.kerja dengan jujur dan ikhlas.ikut peraturan di malaysia.bagi rakyat malaysia,janganlah menzalimi rakyat indon yang mencari rezeki di sini,kita dari rumpun yang sama dan yang penting,kebanyakannya beragama islam..buat warga indon,fahamilah jua situasi malaysia jika kami mengetatkan peraturan tentang kedatangan warga asing.kami membenarkan anda datang sini,tapi kami jua perlu menjaga keselamatan dan sejahtera negara kami.setinggan mencemarkan persekitaran negara kami.media negara anda banyak bercerita mengenai kekejaman rakyat kami pada anda,tapi mendiamkan diri tentang kes rogol,mencuri dan bunuh yang dilakukan rakyat anda.anda negara yang besar,sepatutnya boleh lebih maju berbanding kami.maafkan saya jika terasa,namun kalau masalah rasuah dikalangan pemimpin anda diatasi,nescaya saya percaya negara anda akan maju.kalau kami kejam,kami tidak akan membantu ketika negara anda ditimpa bencana.mungkin ada diantara kami yang memang menzalimi anda,tapi tidak semua.saya sedih jika kita berpecah belah kerana saya sendiri mempunyai sahabat baik dari indonesia..samada indon atau malaysia, berfikir dengan matang dan jangan berpecah belah.tenang dan selesaikan masalah dengan baik bukan membesar-besarkannya lagi.barat akan ketawakan kita jika kita sesama asia bergaduh..ingatlah,musuh sebenar kita adalah barat yang menzalimi saudara-saudara kita di palestin,lebanon dll.kita patut memerangi mereka dan mendoakan agar mereka yang benar akan menang.buat sahabat-sahabat di indonesia, saya bersimpati dengan anda yang ditimpa bencana tsunami.semoga anda akan sentiasa dilindungi dan dirahmati.bersabar kerana ada hikmah disebalik kejadian…:)
    warga-warga indonesia yang ingin berbicara dengan saya,saya sudi mendengar pendapat peribadi anda jika anda ada sesuatu yang ingin dibicarakan…:)

    Comment by shakira — 22 August 2006 @ 23:15

  79. BAGUS ORG CINA BULI INDON..TAMBAH DGN KUASA TUHAN DIIRINGI DGN TSUNAMI SEKALI..INDON TAK SEDAR DIRI DTG MEREMPAT DI NEGARA ORG..YOUR GOVERMENT SUCK LIKE HELL!!DAHLER MENINDAS ORG INDON SENDIRI..WOII..INDON..KO PUNYE EKONOMI DGN GOMENT TU..KASI GANYANGLER..SEBELUM NAK BANTAI ORG LAIN..BANTAI GOMENT KO DULU..POOKIMAK INDON..MISKIN TAK SEDAR DIRI

    Comment by anti indon bodoh — 25 August 2006 @ 20:33

  80. to : anti indon bodoh

    kamu itu yg bodoh, hanya sampah, apa yg kamu tahu itu semuanya sampah. your are dik’s sucker.
    aku dari indonesia, disini penuh kreatifitas, sedangkan kamu hanya ber-mulut sampah, yg tak menghasilkan apa2, terhitung dari sekarang ini, komunitas hacker-ku akan ku kerahkan untuk merusak, sistem komputer dan web negara kamu, yg vital akan ku hancurkan. seperti apa yg dilakukan “teman kami beberapa waktu dulu”. ingat kamu “anti indon bodoh” akan menyesal. SHUT THE FUCK UP. sekarang tunggu saja paket manis kami –>> brontok.

    jika kamu hanya bisa mengatakan kami “miskin”, maka kami hanya bisa mengatakan “nikmati sepuas-nya” sebelum kami para seniman hacker, akan merusak.

    ingat “anti indon bodoh” kamu yg mulai perang
    kami ini marah….. dan sekali lg terhitung dari pkl 02.30 wktu indonesia, kami mulai

    dasar sampah, sampah, sampah, untuk kamu
    mati saja kamu, dengan seluruh keluarga, dan orang2 kamu.

    Comment by garasithemovie — 20 February 2007 @ 02:50

  81. INDON,,INDON ,, INDON,, INDONESIAL

    Comment by dhwan — 11 May 2007 @ 17:40

  82. Orang-orang Indonesia sememangnya ramai, lebih ramai drpd orang Malaysia, walaupun orang Indonesia lebih ramai, kebanyakkan mereka ini tidak mempunyai pendidikan tinggi, kekurangan pemimpin yang bijak dan tidak pandai mengurus negara. Orang Indonesia tidak membuka minda untuk berfikir dengan matang..Mereka bertindak hanya mengikut perasaan(emosi) yang tidak menentu, di Indonesia sendiri mereka boleh berperang dan berbunuhan sesama mereka, malah di Malaysia yang makmur ini mereka membunuh antara mereka, dimanakah letaknya pemikiran orang Indonesia.?

    lihatlah Bangsa Serumpun kamu di Malaysia, Brunei dan Singapura, kami semua telah berubah dan telah melahirkan cerdik pandai dan membanggakan bangsa Serumpun dan menaikkan dan mengangkat martabat Islam di Nusantara,,,

    berbanding di Indonesia kamu agak ketinggalan sangat jauh… ekonomi sangat teruk, peminpin yang mengamalkan rasuah, bahkan Majalah Play Boy dibolehkan di negara yang mempunyai penduduk Islam paling ramai di dunia.

    Kes Ambalat ini bukan perkara yang besar untuk diperdebatkan secara serius diperingkat bawahan, apa yang pasti orang Indonesia harus mempersiapkan diri dengan ilmu dan menyertai Banga Serumpun dengan negara Serumpun di Nusantara ini.

    Comment by Mawar — 11 May 2007 @ 18:05

  83. malaysia babai..ada konto raja 2 malaysia ayo gabung untuk ganyang malaysia..di fs dipertuan.agung@yahoo.com

    Comment by malaysia babi — 21 November 2007 @ 01:47

  84. Kalau gw sih setuju sama malay, yang autis tuh pimpinannya bukan rakyatnya. Sesama orang muslim kok ribut.

    Comment by Lunares — 23 December 2007 @ 19:32

RSS feed for comments on this post.

Leave a comment

Line and paragraph breaks automatic, e-mail address never displayed, HTML allowed: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <code> <em> <i> <strike> <strong>



Anti-spam measure: please retype the above text into the box provided.