Posting ini saya sadur dari Malaysian Blog yang begitu updatenya memberi informasi tentang Perang Digital Indonesia-Malaysia karena sikap Arogansi Malaysia yang dengan sepihak mengklaim Ambalat sebagai wilayah kekuasaannya.
List of hacked Malaysian websites for the Ambalat dispute (sampai saat ini “masih” 22 situs) :

  1. Universiti Sains Malaysia (2x)
  2. Malaysian Communications and Multimedia Commission
  3. Suhakam
  4. Ministry of Energy, Water and Communications
  5. Jabatan Kerja Raya (2x)
  6. Royal Malaysian Customs
  7. KLpages.com (by Telekom Malaysia)
  8. mobile2u.com.my
  9. Sultan of Perak
  10. Perak Museum
  11. XPTranslation’s BBS (A Malaysian translation company)
  12. Jabatan Perkhidmatan Penerangan Malaysia, Perak
  13. Perak Veterinary Department
  14. Multimedia University
  15. National Productivity Council
  16. United Nations Development Programmes in Malaysia
  17. Malaysian Amateur Radio Emergency Services Society
  18. Islamic Information & Services Foundation (IIS) (Same vulnerability as my old guestbook)..
  19. Japan Club KL forum
  20. Terra-Lingua(Austrian site but filled with hate-Malaysia text, supposedly for the Ambalat case.)
  21. TourMalaysia Travel Agency
  22. Era Edar Marketing Sdn Bhd (Google cache of the hacked page)

. ternyata cukup banyak juga yah Patriot² Indonesia yang berjuang lewat dunia maya ini. Benar salahnya kita menyikapi kejadian ini itu terserah pada diri kita masing². Tapi kalau menurutku sih ini enggak seberapa dengan perlakuan Malaysia terhadap bangsa Indonesia. Lihatlah seperti kasus Sipadan & Ligitan, TKI dan Ambalat ini yang sangatlah menginjak-injak kehormatan negara Indonesia. Kasus terakhir masalah TKI yang beredar yaitu TKI Asal RI Diperkosa & Dianiaya Di Malaysia. Trus kalo sudah begini, apa kita hanya tinggal diam, DIMANA JIWA NASIONALISME KITA ????. Lihatlah berita² dikoran dan televisi, dimana-mana banyak Gerakan Ganyang Malaysia, mulai dari aksi demonstrasi sampai yang siap jiwa raga menjadi sukarelawan untuk dikirimkan ke daerah konflik tersebut. Saya juga sempat menonton berita di salah satu televisi swasta yang salah satu reporternya mewawancarai TKI yang sdang bersembunyi di hutan. Mereka ditanya, bagaimana responnya tentang konflik Ambalat ini. Dan jawaban yang mereka ucapkan sangatlah menyentuh perasaan, yaitu : “.. meskipun kami ini orang susah, tapi kalau negara kami diinjak-injak oleh negara lain, kami siap membela sepenuh jiwa raga. Biarpun kami berada di Malaysia, kami tidak takut ….”.
Bagaimana dengan kita ??? Sekali lagi, apakah deface yang dilakukan para patriot² cyber itu lebih kejam dari perbuatan pemerintah Malaysia terhadap bangsa kita ????