Antara Soe Hok Gie dan Puncak Mahameru
27 March 2005Apa hubungan antara Soe Hok Gie dan Puncak Mahameru?
Dan apa yang berkaitan antara keduanya?
Soe Hok Gie dan Mahameru adalah dua legenda Indonesia, sedangkan hubungan antara keduanya?
Soe Hok Gie wafat di Mahameru saat melakukan pendakian pada 18 Desember 1969 karena menghirup asap beracun gunung tersebut
Soe Hok Gie dilahirkan pada tanggal 17 Desember 1942. Dia adalah sosok aktifis yang sangat aktif pada masanya. Sebuah karya catatan hariannya yang berjudul Soe Hok Gie: Catatan Seorang Demonstran setebal 494 halaman oleh LP3ES diterbitkan pada tahun 1983. Soe Hok Gie tercatat sebagai mahasiswa Universitas Indonesia dan juga merupakan salah satu pendiri Mapala UI yang salah satu kegiatan terpenting dalam organisasi pecinta alam tersebut adalah mendaki gunung. Gie juga tercatat menjadi pemimpin Mapala UI untuk misi pendakian Gunung Slamet, 3.442m.
Kemudian pada 16 Desember 1969, Gie bersama Mapala UI berencana melakukan misi pendakian ke Gunung Mahameru (Semeru) yang mempunyai ketinggian 3.676m. Banyak sekali rekan-rekannya yang menanyakan kenapa ingin melakukan misi tersebut. Gie pun menjelaskan kepada rekan-rekannya tesebut :
“Kami jelaskan apa sebenarnya tujuan kami. Kami katakan bahwa kami adalah manusia-manusia yang tidak percaya pada slogan. Patriotisme tidak mungkin tumbuh dari hipokrisi dan slogan-slogan. Seseorang hanya dapat mencintai sesuatu secara sehat kalau ia mengenal obyeknya. Dan mencintai tanah air Indonesia dapat ditumbuhkan dengan mengenal Indonesia bersama rakyatnya dari dekat. Pertumbuhan jiwa yang sehat dari pemuda harus berarti pula pertumbuhan fisik yang sehat. Karena itulah kami naik gunung.”
Sebelum berangkat, Gie sepertinya mempunyai firasat tentang dirinya dan karena itu dia menuliskan catatannya :
“Saya tak tahu apa yang terjadi dengan diri saya. Setelah saya mendengar kematian Kian Fong dari Arief hari Minggu yang lalu. Saya juga punya perasaan untuk selalu ingat pada kematian. Saya ingin mengobrol-ngobrol pamit sebelum ke semeru. Dengan Maria, Rina dan juga ingin membuat acara yang intim dengan Sunarti. Saya kira ini adalah pengaruh atas kematian Kian Fong yang begitu aneh dan begitu cepat.”
Dari beberapa catatan kecil serta dokumentasi yang ada, termasuk buku harian Gie yang sudah diterbitkan, Catatan Seorang Demonstran (CSD) (LP3ES, 1983), berikut beberapa kisah yang mewarnai tragedi tersebut yang saya kutip dari Intisari :
Suasana sore hari bergerimis hujan dan kabut tebal, tanggal 16 Desember 1969 di G. Semeru. Seusai berdoa dan menyaksikan letupan Kawah Jonggringseloko di Puncak Mahameru (puncaknya G. Semeru) serta semburan uap hitam yang mengembus membentuk tiang awan, beberapa anggota tim terseok-seok gontai menuruni dataran terbuka penuh pasir bebatuan, mereka menutup hidung, mencegah bau belerang yang makin menusuk hidung dan paru-paru. Di depan kelihatan Gie sedang termenung dengan gaya khasnya, duduk dengan lutut kaki terlipat ke dada dan tangan menopang dagu, di tubir kecil sungai kering. Tides dan Wiwiek turun duluan.
Dengan tertawa kecil, Gie menitipkan batu dan daun cemara. Katanya, “Simpan dan berikan kepada kepada ‘kawan-kawan’ batu berasal dari tanah tertinggi di Jawa. Juga hadiahkan daun cemara dari puncak gunung tertinggi di Jawa ini pada cewek-cewek FSUI.” Begitu kira-kira kata-kata terakhirnya, sebelum turun ke perkemahan darurat dekat batas hutan pinus atau situs recopodo (arca purbakala kecil sekitar 400-an meter di bawah Puncak Mahameru).
Di perkemahan darurat yang cuma beratapkan dua lembar ponco (jas hujan tentara), bersama Tides, Wiwiek dan Maman, mereka menunggu datangnya Herman, Freddy, Gie, dan Idhan. Hari makin sore, hujan mulai tipis dan lamat-lamat kelihatan beberapa puncak gunung lainnya. Namun secara berkala, letupan di Jonggringseloko tetap terdengar jelas.
Menjelang senja, tiba-tiba batu kecil berguguran. Freddy muncul sambil memerosotkan tubuhnya yang jangkung. “Gie dan Idhan kecelakaan!” katanya. Tak jelas apakah waktu itu Freddy bilang soal terkena uap racun, atau patah tulang. Mulai panik, mereka berjalan tertatih-tatih ke arah puncak sambil meneriakkan nama Herman, Gie, dan Idhan berkali-kali.
Beberapa saat kemudian, Herman datang sambil mengempaskan diri ke tenda darurat. Dia melapor kepada Tides, kalau Gie dan Idhan sudah meninggal! Kami semua bingung, tak tahu harus berbuat apa, kecuali berharap semoga laporan Herman itu ngaco. Tides sebagai anggota tertua, segera mengatur rencana penyelamatan.
Menjelang maghrib, Tides bersama Wiwiek segera turun gunung, menuju perkemahan pusat di tepian (danau) Ranu Pane, setelah membekali diri dengan dua bungkus mi kering, dua kerat coklat, sepotong kue kacang hijau, dan satu wadah air minum. Tides meminta beberapa rekannya untuk menjaga kesehatan Maman yang masih shock, karena tergelincir dan jatuh berguling ke jurang kecil.
“Cek lagi keadaan Gie dan Idhan yang sebenarnya,” begitu ucap Tides sambil pamit di sore hari yang mulai gelap. Selanjutnya, mereka berempat tidur sekenanya, sambil menahan rembesan udara berhawa dingin, serta tamparan angin yang nyaris membekukan sendi tulang.
Baru keesokan paginya, 17 Desember 1969, mereka yakin kalau Gie dan Idhan sungguh sudah tiada, di tanah tertinggi di Pulau Jawa. Mereka jumpai jasad keduanya sudah kaku. Semalam suntuk mereka lelap berkasur pasir dan batu kecil G. Semeru. Badannya yang dingin, sudah semalaman rebah berselimut kabut malam dan halimun pagi. Mata Gie dan Idhan terkatup kencang serapat katupan bibir birunya. Mereka semua diam dan sedih.
Soe Hok Gie telah menjadi salah satu Dewa yang memuncaki Mahameru, Puncak Abadi Para Dewa.
[ Sumber : Catatan Yulian, Intisari dan hasil dari Googling ]

salah satu legenda Indonesia, seperti didik syamsu dan norman edwin
… sip
Comment by loper — 28 March 2005 @ 08:10
dia memang pejuang sejati.. he lived the right way and he died the right way : as a true believer.
Comment by mpokb — 28 March 2005 @ 09:26
Soe Hok Gie
Soe Hok Gie dilahirkan pada tanggal 17 Desember 1942, adik dari sosiolog Arief Budiman. Catatan harian Gie sejak 4 Maret 1957 sampai dengan 8 Desember 1969 dibukukan tahun 1983 oleh LP3ES ke dalam sebuah buku yang berjudul Soe Hok Gie: Catatan Seorang …
Trackback by Jay adalah Yulian — 28 March 2005 @ 14:04
loper : Wuik, mas_joe iki yo seneng PA pisan tibak e masio awak e glinuk-glinuk nggemesno. hihihih.
” … Dunia petualangan Indonesia kembali berduka karena kehilangan dua orang terbaiknya, Norman Edwin dan Didiek Syamsu, anggota Mapala UI tewas diterjang badai di Gunung Aconcagua, Argentina (1992)…
mpobk : Mahameru telah “menyampaikan” sejuk embun hatinya kepada mereka. Masihkah terbersit asa untuk mencumbui pasirnya.
Comment by Indra — 28 March 2005 @ 14:17
itulah 6iE dan semoga smangatnya selalu ada di setiap hati pemuda indonesia
Comment by mimma pratami — 9 May 2005 @ 13:07
Ummi baca postingan Indra di BlogFam.
salut, berarti gak sia2 yah para blogger terus menulis apa yg ada di pikiran dan hati, selalu ada manfaatnya. Ada yg blog-nya di jadikan buku lalau di filmkan hebat kan (contoh kasus blog ttg “Jomblo”)
Comment by Lili — 5 June 2005 @ 10:29
apa kabar? saya sedang mencari data tentang soe hok gie, boleh saya link postingan diatas?
Comment by cikal61 — 7 June 2005 @ 22:10
Ketika Kesempatan itu datang untuk menapakan kaki di Puncak G.Semeru pada pendakian Tahun 2003, teringat perjuangan Gie yang begitu ingin menyatu dengan tanah airnya… Indonesia, karena dia terlahir sebagai anak peranakan. Sedih, sedih dan sedih…..
Comment by Dewi Ekasari — 8 June 2005 @ 14:56
aku pengagum Hok Gie sebagai aktivis mahasiswa setelah baca memoirnya. Tapi setelah baca posting kamu ternyata dia romantis sekali. Salam
Comment by ambar — 14 June 2005 @ 09:02
Seorang petualang alam sejati seringkali juga seorang penulis yang kritis dan sedikit puitis. Apa yg pernah dia lihat dan rasakan seringkali tidak dimengerti oleh orang lain yg tak pernah melakoni apa yg dilakoninya. So Hok Gie hanyalah satu dari sedikit generasi bangsa ini yg masih peduli pada alam dan kehidupan sosial. Dan mereka tidak banyak sehingga kerap dianggap tidak normal. Dianggap pemberontak dan dikategorikan pecundang oleh orang-orang yg tak sepaham atau yg merasa terusik oleh kritikan mereka. Catatan Seorang Demonstran segera akan diputar di layar lebar. Semoga film ini bisa membuka mata para generasi negri yg telah lupa diri dan menjadi pelacur atas nama globalisasi dan modernisasi.
Nice Blog Folks !
Comment by |N|O|C|T|U|R|N|A|L| — 21 June 2005 @ 02:07
alam ini memang indah, dan bahagialah dia karena mati dalam pangkuan alam yang dicintainya…
tigapuluh tahun memisahkan generasi saya dan dia, tapi betapa gaung setiap kalimatnya masih terdengar sampai sekarang.suatu penghormatan besar saya kirimkan padanya, dan semoga mahasiswa sekarang mengerti bagaimana seorang aktivis seharusnya bersikap.
Comment by trem — 21 June 2005 @ 09:53
Gw belum tau banyak tentang Gie,yang gw tau dia seorang pemuda yang idealis yang gelisah terhadap nasib rakyatnya, sebagai aktivis dia sangat konsisten terhadap permasalahan bangsanya,ini bisa kita petik karena di era reformasi sekarang ini yang ada hanyalah aktivis2 pengecut
Comment by aksa tanrewara — 22 June 2005 @ 16:05
gw dah ga sabar pengen cepet2 nonton filmnya.
gw pengagum berat sosok GIE, asal jujur dia ga takut menghadapi apapun juga. moga2 GIE bisa jadi inspirasi buat generasi muda jaman sekarang! bahagialah kau di sana kawan.. ps:jangan pernah diskriminasikan keturunan,dia juga indonesia.
Comment by ricus de java — 24 June 2005 @ 09:09
dia adalah che guavaranya indonesia dan seorang petualang sejati.film tentang gie paling aku tunggu
Comment by deni — 24 June 2005 @ 14:17
Gie,salah 1 tokoh mahasiswa yg telah dilupakan krn zaman. Semoga pemikiran2nya ttp hidup utk perkmbangan demokrasi di Indo. Aku kagum dg orng2 yg tetap pd idealismenya, walopun akhirnya ditinggalkan teman2nya. Semoga ada soe hok gie2 yg lahir utk memajukan bangsanya bkn utk memperkaya drnya…;)
Comment by rosyieda — 24 June 2005 @ 16:39
SOE HOK GIE, ayah saya begitu mengaguminya, begitu juga saya. Arema, yo opo ker?
Comment by this boy — 25 June 2005 @ 19:15
kukuh pendirian, dengan melihat jelas kedepan, salutku untuk beliau….
Comment by al-roma — 25 June 2005 @ 23:59
;) hai lam kenal dari surabaya..
eq pengen nontn filmnya GIE nih
Comment by eq — 28 June 2005 @ 21:42
., satu lagi “tahu” atas keberadaan kekuatan dengan semangat kehidupan .. kebenaran yang terdiam dalam kemunafikan,,keadilan yang terpincut atas kewenangan,,minoritas yang terbelenggu atas demokrasi…..
Comment by crx4nc — 4 July 2005 @ 17:25
terus terang aku gak seberapa kenal ama sosok Soe Hok Gie ;_
Comment by yonky — 12 July 2005 @ 18:16
Soe Hok Gie .. alah akuw baru denger namanya. secara gwe bukan pendaki gunung kale yah. tp menarik juga aka interesting crita. bsok coba gwe tonton deh filimnya
hehehehee ..
Comment by pingkel — 13 July 2005 @ 08:56
wahh baru tau kalo ceritanya kek begitu… jadi pengen nonton filmnya
Comment by its — 14 July 2005 @ 14:47
Yogya menunggu ‘Gie’ mosok dilewati sih Kota Mahasiswa ini…. (gara2 gak ada 21)
Comment by Denmas Marto — 15 July 2005 @ 22:20
http://www.milesfilms.com/gie/index_flash.htm
kalau mau liht website film GIE.
Gua bangga sama Soe hok gie .seoarang anak muda Tionghua yang mati muda dengan jiwa idealisnya. padahal angkatan 66 seperti cosmas batubara,akbar tanjung dan fahmi idris teman seangkatannya sudah jadi mentri.
Che guevera indonesia
Comment by samuel — 16 July 2005 @ 11:49
gue banga ama Soe hok gie. seorang pejuang sejati dari suku Tionghoa.
Comment by samuel — 16 July 2005 @ 11:51
soe hok gie, dengan semangatnya, patut menjadi pemicu semangat para pejuang muda saat ini. biarkan semangatnya itu menjelma ke dalam dada setiap pemuda. kobaran semangat itulah yang akan terus menemani perjuangan mereka.
gie telah mati, namun semangatnya itu akan terus hidup. “keep fight”
Comment by heri limbung — 16 July 2005 @ 19:50
Orangnya emang ga kenal, tp dari storynya gw cm bisa ngambil sedikit kesimpulan, Gie, orang yg punya semangat tinggi utk perubahan bangsa dimasa depan dgn imaji yg jauh sekali dan tetap mau mencobanya…jarang sekali manusia spt gIE sekarang ini…!!! Dari mana gIE bisa mempunyai hasrat spt itu…???
Comment by Swatnov — 18 July 2005 @ 21:50
Suck…. aku tunggu filem bajakannya
Comment by ari — 19 July 2005 @ 13:53
gie seorang pelopor mahasiswa teladan pada mahasiswa saat itu yang berani mengungkapkan segala ketidak setujuannya terhadap apa yang terjadi saat itu lewat tulisan tulisannya.
Comment by fahmi — 20 July 2005 @ 00:56
humanis, sadar politik, n kontemplatif… gw banget!!
Comment by aris — 20 July 2005 @ 14:25
sayang film gie tidak mampu mengambarkan konflik batin gie yang selalu gelisah melihat persoalan bangsanya, seorang pemuda yang sebenarnya gak optimis tapi tetap berusaha untuk memperbaiki indonesia. akting nicolas saputra juga tidak menyakinkan padahal film ini, film yang paling di tunggu2 tahun ini.
Comment by umbro — 20 July 2005 @ 18:23
Gie : Catatan Seorang Demonstran
Gie: Catatan Seorang Nicholas Demonstran
Senin kemarin, 18 Juli 2005, aku diajak nonton bareng cintah dan temennya, Nia, nonton film baru-nya Riri Reza, GIE. Tidak disangka-sangka, ternyata penonton berjubel juga. Aku datang ke loket 1.5 jam sebelu…
Trackback by Kodok Ngerock! — 20 July 2005 @ 19:31
Gie….Hmm…
Sosok idealis yang tercipta pada masanya dan selalu terngiang….
Lingkungan dan alam menjadi guru yang baik baginya.
Sekarang banyak topeng sosok gie bermunculan dengan idealis pada keadaan dirinya bukan sekitarnya.
Diantara tahu dan ketidaktahuan
Adalah keraguan yang mencemaskan
Kutapaki belantara kebimbangan
Untuk menggenggam suatu kepastian
satu hal yang paling muskil kutemui
adalah satunya kata:
Hati dan Perbuatan
MP001ER-Makopalhi
Comment by A-Free — 21 July 2005 @ 11:19
Gie….Hmm…
Sosok idealis yang tercipta pada masanya dan selalu terngiang….
Lingkungan dan alam menjadi guru yang baik baginya.
Sekarang banyak topeng sosok gie bermunculan dengan idealis pada keadaan dirinya bukan sekitarnya.
Diantara tahu dan ketidaktahuan
Adalah keraguan yang mencemaskan
Kutapaki belantara kebimbangan
Untuk menggenggam suatu kepastian
satu hal yang paling muskil kutemui
adalah satunya kata:
Hati dan Perbuatan
MP001ER-Makopalhi
Comment by A-Free — 21 July 2005 @ 11:20
Gie….Hmm…
Sosok idealis yang tercipta pada masanya dan selalu terngiang….
Lingkungan dan alam menjadi guru yang baik baginya.
Sekarang banyak topeng sosok gie bermunculan dengan idealis pada keadaan dirinya bukan sekitarnya.
Diantara tahu dan ketidaktahuan
Adalah keraguan yang mencemaskan
Kutapaki belantara kebimbangan
Untuk menggenggam suatu kepastian
satu hal yang paling muskil kutemui
adalah satunya kata:
Hati dan Perbuatan
MP001ER-Makopalhi
Comment by A-Free — 21 July 2005 @ 11:22
Gie….Hmm…
Sosok idealis yang tercipta pada masanya dan selalu terngiang….
Lingkungan dan alam menjadi guru yang baik baginya.
Sekarang banyak topeng sosok gie bermunculan dengan idealis pada keadaan dirinya bukan sekitarnya.
Diantara tahu dan ketidaktahuan
Adalah keraguan yang mencemaskan
Kutapaki belantara kebimbangan
Untuk menggenggam suatu kepastian
satu hal yang paling muskil kutemui
adalah satunya kata:
Hati dan Perbuatan
MP001ER-Makopalhi
Comment by A-Free — 21 July 2005 @ 11:24
gie mahasiswa yang aktif,idealis, punya naluri untuk menjadikan bangsa ini kembali kepada asas pancasila. sang demonstran yang tak kenal lelah mengritik bangsa indonesia yang telah bobrok dari awal.
Comment by ibnu hafidz — 21 July 2005 @ 22:36
sungguh pemuda yg hebat,saat teman-taman seperjuanganya ikut tergiur dalam hiruk pikuk orde baru dia malah terus memyampaikan kritik yg pedas kepada pemerintah.
Comment by bandar — 22 July 2005 @ 20:25
mati muda adalah impianya,mati ditempat yg paling di sukai,semoga akan muncul soe hok gie yg lain yg benar2 membela rakyat tanpa mau ditunggangi politik.
Comment by bandar — 22 July 2005 @ 20:42
kemarin gw nonton filmnya,ga sangka yg nonton bjubel,tak terasa air mata turun saat dia dikucilkan teman-temanya,dia yg membela kebenaran malah diasingkan .
Comment by bandar — 22 July 2005 @ 20:46
Gie…..
SOEKARNO “Beri aku sepuluh pemuda progresif revolusioner maka dunia akan berubah”
Jika ada 9 pemuda lagi maka Indonesia pasti berubah!!!!!!!
Comment by asmara — 25 July 2005 @ 10:05
Gie…..wherever You are, may the spirit of you will be in every indonesian heart…”kami memang butuh perubahan….lagi”….
Film Gie…..excellent
Comment by Topan — 25 July 2005 @ 19:31
Gie adalah seorang pahlawan !!!!! Perjuangannya sungguh hebat !!! Tapi sayang cita-citanya ga pernah terlaksana sampai sekarang………
Comment by Gelian — 28 July 2005 @ 19:59
GIE seorang pejuang tanpa suara
“kita tidak pernah bisa maju jika kita tidak melakukan perlawanan”
diluar sana masih banyak sosok gie yg qt ta kenali..
Comment by bill — 29 July 2005 @ 11:05
Mungkinkah orang-orang yang hadir di blog ini menjadi Gie yang kedua dan seterusnya???
… memimpikan Indonesia yang lebih baik …
Comment by D4rw1n — 29 July 2005 @ 16:07
Aku pingin ngerasaain semangatnya Gie. Tapi koq nggak bisa-bisa ya?
Comment by amie — 1 August 2005 @ 12:24
Gie,, baru tau ada yg namany soe hok gie,, hebat bgt perjuanganny,, sayang dy mati muda, coba klu ga, mayb skrg dah jd mentri kali ye.. jd pengen naik gunung jg pas liat filmnya..
film gie -> buagusss
Comment by beaglegree — 1 August 2005 @ 21:42
i’m so proud of Gie,,,gie itu pahlawan, sang pecinta alam,,,ck ck ck,,,klo gw jadi dia, gw pasti bahagia banget “menghembuskan nafas t’akhir” di mahameru,,,
Comment by Tya Euy!! — 3 August 2005 @ 23:37
bagus sungguh menakjubkan
suatu bentuk usaha yang tak sia-sia
semoga namanya selalu abadi
Comment by faried — 5 August 2005 @ 23:54
Still, a democration hero has ended. just like he say “lebih baik saya diasingkan daripada menyerah pada kemunafikan”,dia telah diasingkan ke dunia sana, tapi nyala semangatnya tidak akan pernah padam… god bless u
Comment by Bharanov — 11 August 2005 @ 10:41
Fuiih…Aku bermimpi bisa nonton film GIE bareng orang-orang seperti kalian.
Kaya tapi membumi, miskin tapi punya harga diri.
Setelah itu kita bahas tuntas soal GIE. Pasti ada pencerahan disitu.
Nikmat betul!
Bisa gak ya?
(by. Kwintamas)
Comment by Soep Hok Gie — 11 August 2005 @ 11:14
waktu ada gie goes to campus,aku dateng. tapi karena peminatnya berjubel jadi gak ngeh sama ceritanya, tapi ngeh sama nicolasnya..tapi sempat beli buku CSD (lumayan tebel en lebih murah 5000,dari pd diluar,kata yg jaga stan)
bukunya bagus banget, penuh inspirasi, puisinya,pemikirannya, semuanya..
film perdana gie paling ku tunggu…karenanya meski bersamaan dengan UAS, aku tetep sempatin nonton..:)setelah nonton…PUAS BANGETT, BAGUS BANGET…!!! pokokE yg nonton RuGI..
yg aku tunggu sekarang :
VCD/DVD ORIGINAL OF SOE HOK GIE…………..
Comment by DHEERA — 11 August 2005 @ 15:28
All the good men die young
Comment by Rico Budiman — 12 August 2005 @ 17:40
Sesungguhnya mereka datang ke puncak yang tinggi tuk menjemput keabadian. Dimana para manusia sejati mendatangi pencipa-Nya.
Comment by Hendra — 25 August 2005 @ 22:30
please, kapan filem nie dimainkan kat wayang di malaysia? after JANJI JONI, aku pon nak tengok movie nie jugak! mesti best..!
Comment by aisyah_putri — 15 September 2005 @ 16:26
gua salut liat perjuangan loe,SHg!!!!!!!!!!
Comment by nana manis — 29 January 2006 @ 19:55
Gie, dia nggak akan mau kita samakan sebagai che guevara ataupun pejuang - pejuang terkenal lainnya. Gie, tetaplah seorang Soe Hok Gie. Dia bukan pejuang tapi seorang humanis yang pada akhirnya melihat kenyataan bahwa dunia kini telah menjadi serba non-humanis. Ironis. Kematiannya mengingatkan kita pada satu hal…. Kita ini adalah manusia. Manusia yang menciptakan sejarah. Sejarah2 yang semuanya berbentuk penindasan. Dilain pihak, Manusia juga punya hati untuk melawan semua kekejaman yang manusia ciptakan sendiri.
Comment by Diaz Darla — 21 February 2006 @ 11:59
seperti halnya saya,soe adalah sosok yg sangat beda,yg jelas dia juga seorang petualang.Dia adlah satu dari beberapa orang besar di Indonesia yang memasyarakat so saat ini diasangat dipuja,dihargai dan yang pasti dikenang.
sebenarnyauntuk saat ini saja tidak cukup, kita tidak perlu berlebihan. Di Inonesia ini sudah terbiasa dengan budaya berlebihan menghormati orang yang sudah tidak ada, tapi tida bisa berbuat lebih.
yaah… yg paling tepat mungkin sebaiknya kita perlu belajar dari dirinya,keadaan saat itu,dan masih banyak orang besar di Indonesia baik yang masih ada maupun yang sudah tiada yang tidak cukup hanya dengan disanjung…
Comment by uzie' — 3 April 2006 @ 04:49
seperti halnya saya,soe adalah sosok yg sangat beda,yg jelas dia juga seorang petualang.Dia adlah satu dari beberapa orang besar di Indonesia yang memasyarakat so saat ini diasangat dipuja,dihargai dan yang pasti dikenang.
sebenarnya untuk saat ini itu saja tidak cukup, kita tidak perlu berlebihan. Di Inonesia ini sudah terbiasa dengan budaya berlebihan menghormati orang yang sudah tidak ada, tapi tida bisa berbuat lebih.
yaah… yg paling tepat mungkin sebaiknya kita perlu belajar dari dirinya,keadaan saat itu,dan masih banyak orang besar di Indonesia baik yang masih ada maupun yang sudah tiada yang tidak cukup hanya dengan disanjung…
Comment by FaUZIe' (kapalasastra UGM) — 3 April 2006 @ 04:57
terkadang kehebatan, kebaikan, pola berpikir serta tingkah laku seseorang akan dilihat dan dinilai bahkan ditiru setelah orang tersersebut tiada lagi, kenapa ya? Apakah kita menunggu setelah orang itu tiada baru kita pandang??? “always keep our spirit”
Comment by MP001CA — 11 April 2006 @ 16:02
dalam usia 27 tahun Gie sudah menuntaskan misinya dalam hidup..
Dia menjadi inspirasi bagi sebagian pemuda2 Indonesia yang memaknai keadaan bangsa. mudah2n kenangan atasnya menjadi sandaran bagi kita untuk berjuang di jalan yang kita pilih untuk memperbaiki bangsa ini.
ia hidup berguna
mati berguna…
keberadaan dan ketiadaan yang nyaris sempurna
Comment by yu_17 — 17 April 2006 @ 10:27
gw sebenarnya jg ga tau siapa itu Soe Hok Gie.Tp abis gw nonton filmnya,gw sangat berkesan sama sifat yang dia miliki sejak kecil…Sifat yang patut untuk dicontoh oleh semua orang di Indonesia,terlebih lagi para pemuda yang akan menjadi calon pemimpin negeri ini.Orang yang selalu memperhatikan segala kekurangan yang terjadi disekitarnya,berusaha tanpa pamrih untuk berjuang mencapai perubahan yang lebih baik…
“Soe…”semoga semangatmu terus membara disetiap hati pemuda Indonesia,yang akan terus peduli kemana sebenarnya arah perjuangan kita…
Comment by amin suherman — 18 April 2006 @ 13:57
soe hok gie adalah aku,aku adalah soe hok gie!
Comment by arif hoppuz — 22 April 2006 @ 00:06
Aku mengerti akan tujuan Gie. Gie adalah hidupnya dan Aku adalah Hidupku. Kalian yang mengenal Gie, harus bersiap Kalian adalah Hidup Kalian. Pemikiran Gie memang patut kita contoh, tapi tak semua patut kita contoh. Gie sangatlah mengerti akan kekuasaan yang pada saat itu merajalela. Sejarah tentang Soekarno, Soeharto, sekarang adalah kebohongan yang nyata. Mereka yang create The History memutar balikkan fakta. Sekarang saatnya kita menulis ulang tentang History Indonesia ini.
untuk Gie, Aku selalu berdoa Di Puncak Gunung yang akan kudaki. Aku dan teman-teman pencinta Alam lainnya akan menaiki Gunung untuk mengenal Indonesia dan menjadi sosok yang sehat.
Untuk Teman-teman disini, jangan biarkan prostitusi bergeming diatas kita harus bisa kesana jadi pemandu yang putih.
Comment by Jamal Hudri — 25 April 2006 @ 15:51
setapak langkah slalu menemani
meninggalkan kenangan dan cerita
semangatmu mengiringi matahari
tak pernah redup sepanjang masa
filmnya ada versi disch ngak ya??pengen bgt liat,tapi sekarang lagi di japan
Comment by priyo — 3 May 2006 @ 13:24
wah, bravo untuk Hok Gie dengan segala perjuangan demi mendapatkan kebebasan dan kemerdekaan diri, berikan ruh dan semangat perjuangan Hok Gie selanjutnya untuk kami yang akan memperjuangkan kehidupan masyarakat tertindas..!!
Comment by anya — 10 May 2006 @ 17:48
Buat semua yang baca,jangan hanya berteriak tentang suatu perubahan tapi harus kita mulai dari sekarang dan jangan pernah pernah takut melawan para kaum munafik yang sialan dan satu hal lagi,apapun resikonya jangan pernah takut untuk suatu perubahan!!!!
Comment by Catur Setio wahyudi — 14 May 2006 @ 22:57
Semesta raya Indonesia semakin habis. Jiwa-jiwa sang petualang yang sekarat mulai meredup, tapi belum sirna seutuhnya. Penggapaian SHAMBHARABHUDARA akan terus membara. Karena cinta SAGARMATHA selalu menerangi tapak-tapak kaki yang debu menjadi pengharumnya, keringat menjadi bukti kegigihannya, dingin menjadi selimutnya, puncak menjadi tujuan utamanya. Hentikan semua kebusukan2 birokrasi terhadap hutan INDONESIA. Stop illlegal logging. Obsesi untuk merebahkan diri selamanya di puncak dunia. Mahameru hanyalah sebagian kecil rimba yang mulai habis. Pertahankan hijau negara tercinta. Untukmu BUNDA, dan untuk para pecinta alam seluruh semesta.
Comment by hendra — 3 August 2006 @ 21:48
gie..panutan
Comment by mp003tr — 10 August 2006 @ 10:41
yoo rastaman…
ternyata tabir kebenaran baru g baca!
tapi g cari filmna susah…
salute tuk soe hok gie M.007.UI
from GalasPala G.186.CA
Comment by frick tom — 11 August 2006 @ 14:16
Gie adalah orang yang simple,tajam,peka,dan kritis terhadap keadaan sekitarnya..dia solider,dia care,dia panutan teman-temanya…itulah yang selalu membuat saya bangga,dan hobi naik gunungnya,itulah yang memberi inspirasi buat saya untuk mengikuti salah satu pencinta alam di kampus,yang mencoba mencintai negeri Indonesia dengan mengenal objek-objek Indonesia dengan mata kepala sendiri agar dapat lebih memaknai hidup…
Comment by rian rustian — 18 August 2006 @ 04:25
Sehabis baca dan nonton filmnya saya jadi merenung, seandainya dia masih ada apakah idealis masih spt waktu itu? kejadian2 di negri ini membuat saya agak apatis, kita bisa lihat orang2 sehabis era gie yg masih hidup yg dulu perjuangan sama dgn dia tapi sekarang? Seandainya saya menteri pendidikan saya wajibkan para mahasiswa baru utk menonton film dan membaca buku ttg dia bahkan ini lebih bermaanfaat dari pada plonco utk menciptakan mahasiswa2 berhati harimau lahir batin dan selamanya bukan hanya waktu dikampus juga setelah diwisuda .Setelah puluhan tahun dia dipanggilNYA baru kita tau apa Maksud yg diatas untuk memanggilnya di usia muda, setelah melihat opera di negri ini dimana banyak yg dulunya harimau sekarang jd ayam malahan jd kutuk busuk utk bangsanya sendiri
Comment by Ricky — 18 August 2006 @ 11:15
pemuda penuh inspirasi kala itu. teguh dgn prinsipny, sosok yg sgt idealis & care dgn rakyat. baca alasan knp Gie naik gunung. disana trdpat kalimat yg menerangkan dia sgt care dgn rakyat dan bangsanya. sulit mencari orang seperti dia… bahkan mungkin tidak ada.
sulit untuk mengungkapkan gie dengan kata-kata, tapikata-katanya dapat jelas mengungkapkan bangsa ini.
semua, let’s care with Soe Hok Gie
Comment by b0jes care SHG — 24 August 2006 @ 16:18
Gie…kamu harus bangga dialam sana
Virusmu menyebar di mana2, keteguhan hati serta optimisme terhadap perubahan selalu jadi semangat di jiwa anak bangsa yang selalu resah dan gelisah akan ketidakadilan.
salut Bung Kamu bisa jadi Inspirator.
Memang luar biasa nikmatnya bersetubuh dengan alam yang basah dibalut embun…
“mari sayang kamu yang pernah merapat…kita tak pernah menanamkan apa-apa, kita takkan kehilangan apa-apa…”
Gie biarpun kamu mati, cita-citamu ga pernah mati.
salam Lestari!!!
Comment by Johanna wardhanny — 28 August 2006 @ 18:39
GIE kapankah ibu pertiwi melahirkan kembali sosok seperti dikau?, yang tak takut dengan kesendirian,meski harus berseberangan dengan sahabat” dekatmu. engkau menjungjung tinggi indepensi meski banyak hal yang kau pertaruhkan demi idealisme. sunguh film soe hok gie paten banget,rela mengabaikan kepentingan pribadi demi perjuangan untuk semua…..
Comment by galumbang — 8 September 2006 @ 22:29
Soe….
beruNtung kamu mati muda
orLA berganti ke orBA di bawah patriot UniV
sampai pada reformasi
hanya membuka pintu bagi orang-orang serakah duduk di parlemen
Soe….
Indonesia semakin menderita
kemarin baru saja tikus2 parlemen kasak-kusuk minta panser baru….
tentunya dari uang rakyat yang perutnya semakin membuncit
ReVolusioner!!!
sudah saatnya kita turun tangan bukan untuk membenahi bagaimana pemerintahan tertata dan siapa saja yang berhak duduk disana….
tapi revolusi yang kita butuhkan adalah selayaknya revolusi pengangkatan kesejahteraan rakyat secara langsung…
hingga esok lEbaran tak ada yang menangis…
Comment by lie — 20 September 2006 @ 13:55
Soe Hok Gie adalah sosok sang penantang baik apapun itu jiwanya hanya terpaut pd masalah sosial dinegaranya yaitu Indonesia.Seharusnya negara mengaabadikan namanya utk mengenang nama beliau yang dikenal sebagai seorang “Demonstran”rakyat.Bye
Comment by eko budiman — 22 November 2006 @ 21:07
GIe…pertama kali ak denger tentang kamu,biasa aja tuh..tapi keadaan merubahku,setelah ak melihat film dokumenter km,km adalah Pahlawan Kami…ak kagum sama sosok km yang berani…GIE,ak sangat berharap di Indonesia skarang muncul GIE2 yang baru…yang berani memperjuangkan nasib rakyat…terima kasih ya GIE,U are my inspirasi…..
Comment by alya — 1 December 2006 @ 01:03
..semoga smgat seorang GIE slalu ada disetiap jiwa2 petualang…
Comment by cutex — 6 December 2006 @ 09:37
Gw salut bgt ma Gie.
seorang yg sangat kritis & suka bgt ma gunung.
mandalawangi jadi saksi bisunya,ketika gw tanya.
smoga tulisan2nya dapat menjadi motifasi bagi para pemuda Indonesia.
_Thank_
Comment by gentur — 7 December 2006 @ 12:33
soe hok gie….
pemuda Indonesia yang berani menentang segala macem tindakan yang menyimpang!!!
salut banget ma dy!!!
Andai dy g mati muda…..
indonesia kehilangan manusia paling brilian…
semoga semangat gie slalu ada di jiwa mahasiswa indonesia!!
hidup mahasiswa!!!
Comment by icha — 13 December 2006 @ 17:04
He’s owesome
He’s trully had such an inspirator
sebagai anak UI gw sangat berharap masih ada mahasiswa yg punya soul seperti Gie
I am deeply respect him indeed. smoga semangat dan jiwa kritisnya bisa diteruskan. Tidak hanya oleh para pecinta alam, namun juga para mahasiswa manapun.
Gie..miss you a bunch
Comment by Andien Amoratado-RTC UI FM (Radio Mahasiswa UI) — 17 December 2006 @ 18:37
Terus terang aq brharap banget msh ada sosok sperti Gie skrg ini… Bukannya aktivis2 yang sok idealis tapi gak ngerti apa yang diperjuangkan..
Comment by Rere- Sastra Unair — 21 December 2006 @ 15:35
HEBAT…
Seorang yang berani mengungkapkan kesewenang-wenangan. Seorang yang benar-benar prihatin dengan bangsa pada saat itu. Padahal dia bukan keturunan asli indonesia. Idealis, puitis, dan kritis.Semoga para pemuda indonesia dapat mencontoh hal hal baik DAN BERANI dari dia. LEBIH BAIK DI ASINGKAN DARI PADA MENYERAH PADA KEMUNAFIKAN.
Comment by siapa???? — 24 January 2007 @ 17:03
SEORANG YANG IDEALIS, PUITIS, DAN KRITIS. SEMOGA BANGSA INDONESIA DAPAT MENJADI BANGSA YANG DI HARAPKAN GIE SAAT ITU.
Comment by siapa???? SMANSA METRO LAMPUNG — 24 January 2007 @ 17:09
Gie…mempertahankan sebuah idealisme yang ternyata ga sia2…Pemikiran dan rasa nasionalis nya jadi panutan buat kita semua…
Anti-organisasi nya nunjukin bahwa dia adalah jiwa yang bebas, pas banget ama jiwa petualangnya, jiwa yang akan menuntunnya pulang…
Two thumbs up for So Hok Gie..
Comment by fynztein — 29 January 2007 @ 11:51
aku pernah ke mahameru, aku juga melihat in memorialnya aku salut, kagum, hormat, dan segala kerendahanku sebagai manusia kepada GIE yang begitu jujur dalam segala hal………
oya tau ga aku sempat nangis waktu di mahameru apalagi setelah melihat in memorial GIE
SALUTE TO SOE HOK GIE
Comment by aji — 14 March 2007 @ 14:23
berbagi waktu dengan alam, kau akan tahu siapa dirimu yang sebenarnya…. HAKIKAT MANUSIA!
Soe Hok Gie avonturir sejati.
Comment by sure!ukis — 17 March 2007 @ 16:25
gie itu exponen 66 dr mahasisiwa kita yg msh brsh,mau berjuang bukan demi dirinya sndr.ia hdp dan berjuang dm orang lain,orang lain yg munkn slm mengenalnya menghina apa yang di perjuangkannya.tp q salut,ia memenuhi mimpinya, MATI MUDA dan sendiri.JAUH DARI ORANG2 YANG DISAYANGINYA.HIKS.GIE.NAFASMU MASIH BERHEMBUS DLM PERJUANGAN BANGSA INI.4EVER
Comment by awYm — 26 March 2007 @ 16:23
ternyata alam emang bisa menampar “kesombongan”…..salut w buat mapala ui n para seniornya…..soe hok gie, didik syamsu n norman edwin……..ok bgt deh…….lam bwt nak pecinta alam yang lain,yang mencoba mengerti tentang arti hakikat hidup……..
Comment by edelweiz_bie — 28 March 2007 @ 08:28
yuk,ata bukan hanya memuji..tapi juga mencontoh..
Comment by qnd_wcl — 30 March 2007 @ 15:07
maksud saya..ayoo, qta jangan sekedar memuji..tapi juga mencontoh..
bukan hanya dengan kata, tapi juga perbuatan..
: )
Comment by qnd_wcl — 30 March 2007 @ 15:10
bangkitlah kita para pemuda mahasiswa yang berfikir dan bertindak maju kemenangan pasti datang maju lawan dan mari kita berjang bersama para revolusioner
Comment by irsyad — 5 April 2007 @ 13:18
emang keren “gie” itu ya….
apa lagi penerusnya “Norman Edwin, didiek samsu, hartono basuki” semuanya orang orang perkasa saluuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuut
Comment by dvid — 16 April 2007 @ 14:12
alam tak kan pernah mengkhianati orang0orang yang mencintainya. lestari….
Comment by yuricha — 23 April 2007 @ 21:11
ku ingin menjadi seperti gie
dapat mendaki mahameru yang begitu hebat,dari alam ku temukan persahabatan dan untuk alam persahabatan itu ku berikan
Comment by adhy — 25 April 2007 @ 15:58
Gie..sosok mahasiswa yang mau berpikir…
dia mencoba membuat perubahan lewat tulisan-tulisannya yang tajam..
dia bukan hanya melakukan perubahan melalui demonstrasi besar-besaran yang dilancarkan..
tapi juga melalui kalimat…
dia tidak cuma bisa keras dalam tulisannya.tai dia juga bisa romantis..
saya sangat kagum pada sosok ini..sayang dia udah nggak ada.. mungkin kalo dia masih ada.. pasti dia akan berbuat sesuatu untuk bangsa ini…
Comment by ratri — 18 May 2007 @ 20:32
Gie … gie …
seandainya kamu masih hidup mungkin akan ada beberapa perubahan diindonesia sekarang ini, dalam hal positif tentunya.
selamat berjuang Gie, kita akan meneruskan perjuanganmu disini.
Comment by b0jes — 22 May 2007 @ 00:06
gie emang manusia setengah dewa.kepekaaanya terhadap alam,masyrakat dan tanah air secara global patut kita teladani.tahun 2000 lalu,saya bersyukur pernah merasakan dan percaya bahaa, dahsyatnya semeru bukan karena alam yang keras saja tapi, sejarah yang bergulir disepanjang petapakan semeru. memang sebuah kesejatian yang tak pernah bisa dibantah.antara jiwa,cinta,dan perjuangan.Godbless u All.
Comment by denny — 1 June 2007 @ 22:47
Berharap bisa mengikuti jejak Gie.
Hembusan napas terakhir di puncak tertinggi.
Bersama kehangatan SAGARMATHA yang memeluk erat dengan semburat jingga diufuk timur.
Maka kita akan menjadi SHAMBHARABHUDARA.
Comment by simba.saimara — 22 June 2007 @ 03:41
ngga tau
Comment by pepy — 28 June 2007 @ 21:47
I LOVE U GIE
Comment by EDELWEISS — 1 July 2007 @ 03:19
salam lestari……..!!!
tak ada suatu apapun yang dapat mengalahkan semua kecuali diri kita sendiri. dingin kabut mahameru gie lalui sampai benar2 tidur dalam keabadian hidup.saatnya qt bangkit seiring impian gie…………… salam lestari…….!!!!!!!!!!
Comment by gamatepeta_fipunnes — 2 July 2007 @ 13:40
Perjuanganmu tak akan sia-sia. Kami adik-adikmu akan mewujudkan impianmu. Tenang,tenang,tenang,dan tersenyumlah….
Gie.
Eka Sufiatna STUPPA IX
Palembang.
Comment by eka sufiatna — 4 July 2007 @ 16:49
pertama kali denger nama soe hoek gie, Q bingung, sapa tuh??? Ternyata setelah liat filmnya, waaahhh pemuda yang benar-benar berani.Palagi suka naek gunung&menghembuskan nafas terakhirnya digunung tertinggi di Jawa…Gunung yang penuh dengan magnet bagi sapa aj yang melihatnya….Perjuangan gie mencapai mahameru adalah perjuangan mencari sebuah kemenangan hidup…..Semoga masih ada gie-gie yang lain dimuka bumi ini…
Comment by cis — 2 August 2007 @ 13:26
this world is for those who want to fight
Comment by snitch — 7 August 2007 @ 18:56
tidak perlu menjadi Gie.
cukup menjadi diri kalian yang memiliki semangat Gie.
Comment by radit — 7 August 2007 @ 19:00
Kita membutuhkan sosok seperti Soe Hok-Gie, untuk meluruskan pemimpin2 kita yang sekarang duduk di permadani rakyat. Mereka tidak dibiarkan lama-ama menlkmati kesusahan rakyat. Sekarang adalah generasi kita untuk merubah ketidakadilan, saatnya kita berjuang untuk kebenaran… salam untuk generasi penerus Soe
Comment by Hendra — 15 August 2007 @ 12:53
mantaaaab!!!!!
gw salut ama tu orang!!!
jd pengen meninggal di puncak gunung juga jdnya!!
gileeeeee…….
hikz3….
Comment by galz — 19 August 2007 @ 00:30
Pas gw nonton film gie,
pendapat gw tentang gie , Ni anak GILE BANGET! BERANI BANGET.
perlu diketahui pada tahun 1966, menentang penguasa saat itu (Soeharto) berarti penangkapan, penyiksaan, dan mati ditangan tentara.
Saat 1966-1969 adalah waktu genocide terbesar yang pernah terjadi di indonesia. lebih dari ratusan ribu orang indonesia meninggal menjadi korban.
Korban tidak hanya jatuh pada orang yang berkiblat PKI, namun juga jatuh pada orang-orang yang difitnah bahwa dia anggota PKI.
saya tahu, sebab kakek saya hampir menjadi korban Genocide Suharto. Dia dipenjara karena tetangga nya memfitnah beliau. Setiap hari secara acak para napi diambil oleh tentara untuk ditembak mati. Syukur kepada Tuhan, mbah saya selamat.
Kembali ke GIE, saya jamin, bila gie tidak meninggal digunung itu. pasti Ia akan meninggal ditangan tentara, tampa jelas kabarnya.
Syukur kepada Tuhan, IA mengambil nyawa nya ditempat yang indah itu.
Comment by budi — 20 August 2007 @ 12:05
SALUT BGT!!!!!!!!!!!
GAK PERNAH ADA ORANG YG KAYAK BELIAU,ORANG YG BERANI MELAWAN PEMERINTAHAN YANG KOTOR
Comment by RATIH — 24 August 2007 @ 17:50
chayoooooooooooooo gie
selamat menempuh ujian kehidupan yang baru dialam kedamaian abadi
karena usia yang panjang merupakan penderitaan.
sorry kalooooooooooo ga nyambung
Comment by sad — 31 August 2007 @ 14:25
Soe,,,,,,,
alam memberikAN suatu kepuasan bykan kemunafikan.
sastra memberikan kenyamanan bykan suatu ideologi yang pragmatis.
alam memberikan kejujuran bukan suatu kepurapuraan.
sastra mengajarkan bekerja dengan hati bykan hanya dengan otot dan otak.
aku pilih Arcopodo sebagai tempat favoritku
aku pilih sastraindonesia sebagai bagian hidupku
AKU Pilih politik sebagai target revolusiKu……
HIDUP MAHASISWA
Comment by gobear — 31 August 2007 @ 21:27
Mungkin Gunung Pangrango yang mempunyai hubungan dekat dgn Soe.. Kenapa?
1. Semasa hidupnya bila Soe sedang menghadapi
masalah beliau pasti Pangrango, saking
seringnya ke Pangrango, beliau membuat
puisi yg berjudul MANDALAWANGI-PANGRANGO,
betapa cintanya beliau dgn Pangrango “aku
cinta padamu Pangrango, karena aku cinta
keberanian hidup”.
2. Setelah meninggal abu jenazahnya ditebar di
Puncak Gn Pangrango.
Mungkin dari 2 alasan tersebut bahwa Soe Hok Gie & Pangrango begitu dekat hubungan.
Salam Perdamaian.
Comment by widi — 31 August 2007 @ 22:47
Gie____________Adalah Salah satu Pelopor pemuda dan Mahasiswa angkatan kini dan masa lalu______ petualangan dan kecintaanya pada alam memberikan para Mapala satu inspirasi yang tak pernah mati….!!! LEBIH BAIK DI ASINGKAN DARI PADA MENYERAH PADA KEMUNAFIKAN
Comment by 1ndr4y(Indonesia-Raya) — 14 September 2007 @ 20:58
HIPAC…….
Himpunan Pecinta Alam Cikini
Mengajak pendakian masal Goes to Semeru 2007.
cantact person :
Nur Iman
02193448093
SMK Perguruan Cikini
Comment by abiel — 2 October 2007 @ 15:11
GIE.. aku ptama kali baca bukunya wktu smester 2, taun 1999, catatan seorang demonstran & zaman peralihan.. Yg tnyt itu buku bagus banget..
ada kata2 yg dikutip Gie dari lirik sbuah lagu “this is the secret making of the best person, it is grow in the open air, n sleep with the earth..” dan ” it isn’t more light that we needed in this world, it is more warm, coz we will not die of darkness, but of cold..” dan ada lagi kata2 yg aku inget bgt.. “bahagialah mereka yg mati muda” dan falsafahnya yg aku amini smp skg adl “hidup ini harus lebih dari sekedarnya..”
masih adakh GIE yg lain skrg??
Comment by sandya — 4 October 2007 @ 23:53
gie…kerena dia aku terbersit ingin menjejakkan sepasang kaki mungilku di Puncak Mahameru.Bagiku engkau luar biasa. Engkau telah menanamkan jiwa semangat generasi penerusmu.Akupun ingin sepertimu…
Comment by rpa.ar impala PALAGGA SMA N 1 CIAMIS — 30 October 2007 @ 15:28
kalo kita mau hidup seperti GIE untuk jaman sekarang emang gue akui salut bgt!!! dan tentan mahameru kalo kita lau berbincang-bincang kita bisa datang kesana , kita bisa lihat GIE karena aku bisa merasakan bagiQ GIE blm mati.
Comment by latto moga uchikawa — 10 November 2007 @ 09:41
“Mahameru berikan damainya di dalam beku Arcapada.Mahameru sebuah legenda tersisa. Puncak Abadi para Dewa!!!”(Dewa 19)
….dan salah satu “Dewanya” adalah Soe Hok Gie yang telah menapak di ketinggiannya.Mungkin dia telah dilahirkan untuk Mahameru…
Comment by Y. Yulia.Andri.A"edmund" — 16 November 2007 @ 12:04
ehmmmmmmmmmmmm…..matinya tgl 16 ataw 18 seh?????aku lahir tgl 16 desember..mau mati di semeru desember ini tanggal 17…………………………………………………………………al_diano_s@yahoo.com
Comment by aldiano — 19 November 2007 @ 11:25
sosok idelis yg m’banggakan.msh dakah sosok spt tu???????????????
……kita tak pernah menanam apa-apa,
kita tak akan kehilangan apa-apa,,,,
_yg t’dlm bwt seseorang yg pernah da dsi2
Comment by dHe'aNn — 30 November 2007 @ 21:28
saya salut dengan sosok beliau yang terlalu sangat idealis, tetapi apakah dizaman sekarang ini adakah seseorang yang mempunyai idealisme murni…….
Comment by heryzulkipli — 5 December 2007 @ 19:41
GIE percaya dengan cinta gak ya???? ketika dy tertolak 2 kali oleh keadaan…..
GUE salut ma dia… catatan harian dia… cerita petualangannya… cool abis man…
GUE juga pengen menjelajah ke mahameru….
Comment by Q-PLie — 6 December 2007 @ 13:02
GIE…
jika saja manusia sepertimu terlahir kembali di sini
di bumi ini
maka
aku tak akan membiarkanmu leluasa
berjalan
aku akan
mengalahkanmu
melumpuhkanmu
Comment by hakim — 16 December 2007 @ 20:27
semangat dan merdeka untuk soe hok gie
Comment by anshori — 7 January 2008 @ 08:17
sat yang dinanati telah tiba….
hanta satu ucapan yang mungkin sekarang akan aku m masukan dalm pikiranku…
ingatlah lebih baek diasingkan daripada menyerah pada kemunafikan…
ingatlah
Comment by arief nazriellah — 19 January 2008 @ 12:22
wah..gila…gunung tu ga ada matinya..kasaranya nich,,aku bisa melakukan apa saja demi gunung..karena gunung bukan hanya sebuah perjalanan alam..tapi merupakan sebuah perjalanan hati…kutemukan pencarian hakiki atas hidup..mahameru..hehr i come..aku pengen banget kesana..ajak2 dong klo pengen naik kesana..benera deh….
Comment by joy — 25 January 2008 @ 08:43
Saya Adalah anak PA kemarin sore, tapi sayaadalah salah satu fans Gie. dari Iksapala SMAN 1 Kebumen
Comment by rISKIREA bAYU — 25 March 2008 @ 20:20
GIE, hari ini aku berjanji akan melanjutkan perjuanganmu….
Comment by uta — 26 March 2008 @ 12:43
TOP BANGET DEH GIE ,TABAH SAMPAI AKHIR,HIJAU BUMIKU BIRU LANGITKU IHKLAS BAKTI BINA BANGSA BERBUDI BAWALAKSANA
Comment by BotaxLL XIII TRAMP — 5 April 2008 @ 13:44
setelah menonton film ini saya jadi ingin lebih tau lagi tentang GIE dan saya ingin menjadi seperti dia. I Love You GIE …
Comment by ilham — 20 April 2008 @ 11:51
mahameru,,,,desember kemaren gw bareng anak2 CARSTENZ MJEA gagal nginjakin kaki di puncak mu.alam megang kendali atas apa yg bakal terjadi di atas sana.kemaren gw bareng anak2 ga kuasa nahan kerinduan kampung halaman dan berhasil ngalahin kerinduan gw ats puncak MAHAMERU.soe hok gie,mafin gw blom bsa jd kaya Loe.Loe dh jadi pahlawan,,,,MAHAMERU tunggu gw,taun ini gw pasti berhasil menghirup udara puncak semeru
Comment by mine_666 — 25 April 2008 @ 21:37
tak bisa berkata apa, gie ………………
Comment by dick — 17 June 2008 @ 13:52
aku sangat salut dengan perjuangan g dilakukan oleh gie n cs..percayalah, suatu saat aku akan mendaki mahameru..aku ingin menikmati nikmatnya alam mahameru..
Comment by cuway — 11 July 2008 @ 02:17
gie, aku harus hormat untuk kamu..kamu tidak hanya aktifis, tapi juga pendaki sejati..aku adalah pengagummu..kamu juga panutan aku dalam memaknai hidup ini..aku juga akan menfdaki mahameru..aku akan kibarkan bendera merah putih di puncak mahameru..for u n indonesia…
Comment by aqsha al akbar — 11 July 2008 @ 02:21
semua kenangan mu itu
sgala cerita dukamu
dan apapun yang membuatmu mengerti
aku slalu mengenangmu….
bersama malam-malam yang dingin dan sepi
dan impian-impianmu itu ada juga dimimpiku………
Comment by activies gembel — 16 July 2008 @ 00:42
soe…..
is the best……
Comment by chenges — 13 September 2008 @ 11:36
seorang yang sangat nasionalis
Comment by irman — 26 September 2008 @ 14:38