<?xml version="1.0" encoding="utf-8"?><!-- generator="wordpress/1.5.1-alpha" -->
<rss version="2.0" 
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/">
<channel>
	<title>Comments on: Imam Al Ghozali &#038; Abdul Qodir Al Jaelani</title>
	<link>http://fendra.blogsome.com/2005/04/13/imam-al-ghozali-abdul-qodir-al-jaelani/</link>
	<description>The Sweetest Place For Barring My Feeling</description>
	<pubDate>Thu, 03 Dec 2009 14:05:27 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=1.5.1-alpha</generator>

	<item>
		<title>by: ikhsan</title>
		<link>http://fendra.blogsome.com/2005/04/13/imam-al-ghozali-abdul-qodir-al-jaelani/#comment-2191</link>
		<pubDate>Tue, 25 Nov 2008 00:16:20 +0000</pubDate>
		<guid>http://fendra.blogsome.com/2005/04/13/imam-al-ghozali-abdul-qodir-al-jaelani/#comment-2191</guid>
					<description>wahai saudaraku,jika kamu benci atau memusuhi wali/ kekasih alloh,ingatlah alloh telah meyatakan perang padamu,
mungkin kamu akan disengsarakan di dunia ini atau sebaliknya biar kamu semakin lupa,
tapi yag pasti kau tidak akan bisa lari dan berpaling di akhirat nanti,sadarlah,,,sebelum terlambat,,
</description>
		<content:encoded><![CDATA[	<p>wahai saudaraku,jika kamu benci atau memusuhi wali/ kekasih alloh,ingatlah alloh telah meyatakan perang padamu,<br />
mungkin kamu akan disengsarakan di dunia ini atau sebaliknya biar kamu semakin lupa,<br />
tapi yag pasti kau tidak akan bisa lari dan berpaling di akhirat nanti,sadarlah,,,sebelum terlambat,,
</p>
]]></content:encoded>
				</item>
	<item>
		<title>by: AL MAHADI</title>
		<link>http://fendra.blogsome.com/2005/04/13/imam-al-ghozali-abdul-qodir-al-jaelani/#comment-2187</link>
		<pubDate>Fri, 21 Nov 2008 16:49:37 +0000</pubDate>
		<guid>http://fendra.blogsome.com/2005/04/13/imam-al-ghozali-abdul-qodir-al-jaelani/#comment-2187</guid>
					<description>ABDUL QODIR JAELANI SELAMA HIDUPNYA APA PERNAH SEBAGAI PEMIMPIN ?</description>
		<content:encoded><![CDATA[	<p>ABDUL QODIR JAELANI SELAMA HIDUPNYA APA PERNAH SEBAGAI PEMIMPIN ?
</p>
]]></content:encoded>
				</item>
	<item>
		<title>by: yudiansyah</title>
		<link>http://fendra.blogsome.com/2005/04/13/imam-al-ghozali-abdul-qodir-al-jaelani/#comment-2182</link>
		<pubDate>Tue, 11 Nov 2008 11:56:14 +0000</pubDate>
		<guid>http://fendra.blogsome.com/2005/04/13/imam-al-ghozali-abdul-qodir-al-jaelani/#comment-2182</guid>
					<description>yang berhak mengatakan itu benar atau salah hanya ALLAH S.W.T.......... Agama itu bukan untuk kau perdebatkan tapi 1. Untuk di Pelajari  2. Dimengerti  3. Diamalkan, Kalau kamu sekalian ingin contoh yang nyata lihatlah PALESTINA perang sesama Muslim yang tidak ada akhirnya. Foso perang yang disinyalir antar Agama yang berakhir dengan kehancuran, mari kita sama2 saling mengingatkan dan jangan pernah menganggap dirimu benar, sementara masih ada ALLAH S.W.T yang paling benar dari segala galanya.</description>
		<content:encoded><![CDATA[	<p>yang berhak mengatakan itu benar atau salah hanya ALLAH S.W.T&#8230;&#8230;&#8230;. Agama itu bukan untuk kau perdebatkan tapi 1. Untuk di Pelajari  2. Dimengerti  3. Diamalkan, Kalau kamu sekalian ingin contoh yang nyata lihatlah PALESTINA perang sesama Muslim yang tidak ada akhirnya. Foso perang yang disinyalir antar Agama yang berakhir dengan kehancuran, mari kita sama2 saling mengingatkan dan jangan pernah menganggap dirimu benar, sementara masih ada ALLAH S.W.T yang paling benar dari segala galanya.
</p>
]]></content:encoded>
				</item>
	<item>
		<title>by: Sansan</title>
		<link>http://fendra.blogsome.com/2005/04/13/imam-al-ghozali-abdul-qodir-al-jaelani/#comment-2179</link>
		<pubDate>Wed, 29 Oct 2008 17:07:08 +0000</pubDate>
		<guid>http://fendra.blogsome.com/2005/04/13/imam-al-ghozali-abdul-qodir-al-jaelani/#comment-2179</guid>
					<description>apa maksudnya ya ....? ...Wahabi paling benci dg kita Ihya Ulumiddin, jadi mau memutarbalikan fakta....ohhhhhhh

Di kitab Al Ihya’ sendiri ada faedah-faedah yang banyak tetapi tidak sedikit materi-materi yang tercela dan merusak berupa ucapan-ucapan filsafat yang berkenaan dengan tauhid, kenabian, bahkan urusan akhirat. Telah dinukilkan dari biografi beliau bahwa di akhir hayatnya beliau mendalami hadits dan belajar bersama orang yang menguasai ilmu hadits serta mendalami kitab sohih Bukhori Muslim. Seandainya beliau masih hidup tentunya sejak saat itu lebih mengutamkan ilmu hadits. Berkata Shidiq Hasan K. “dikisahkan oleh Ali Al Qori bahwa ketika Al Ghozali meninggal kitab bukhori sedang berada di atas dadanya”.

Demikian biografi singkat Imam Al Ghozali yang banyak membawa pemahaman filsafat walaupun di akhir hayatnya kembali ke pahaman sahabat (salaf), tetapi sayang buku filsafatnya sudah terlanjur tersebar di seluruh dunia dan tidak ada yang mampu mencegahnya.

</description>
		<content:encoded><![CDATA[	<p>apa maksudnya ya &#8230;.? &#8230;Wahabi paling benci dg kita Ihya Ulumiddin, jadi mau memutarbalikan fakta&#8230;.ohhhhhhh</p>
	<p>Di kitab Al Ihya’ sendiri ada faedah-faedah yang banyak tetapi tidak sedikit materi-materi yang tercela dan merusak berupa ucapan-ucapan filsafat yang berkenaan dengan tauhid, kenabian, bahkan urusan akhirat. Telah dinukilkan dari biografi beliau bahwa di akhir hayatnya beliau mendalami hadits dan belajar bersama orang yang menguasai ilmu hadits serta mendalami kitab sohih Bukhori Muslim. Seandainya beliau masih hidup tentunya sejak saat itu lebih mengutamkan ilmu hadits. Berkata Shidiq Hasan K. “dikisahkan oleh Ali Al Qori bahwa ketika Al Ghozali meninggal kitab bukhori sedang berada di atas dadanya”.</p>
	<p>Demikian biografi singkat Imam Al Ghozali yang banyak membawa pemahaman filsafat walaupun di akhir hayatnya kembali ke pahaman sahabat (salaf), tetapi sayang buku filsafatnya sudah terlanjur tersebar di seluruh dunia dan tidak ada yang mampu mencegahnya.
</p>
]]></content:encoded>
				</item>
	<item>
		<title>by: sontoloyo</title>
		<link>http://fendra.blogsome.com/2005/04/13/imam-al-ghozali-abdul-qodir-al-jaelani/#comment-2172</link>
		<pubDate>Sun, 28 Sep 2008 06:56:50 +0100</pubDate>
		<guid>http://fendra.blogsome.com/2005/04/13/imam-al-ghozali-abdul-qodir-al-jaelani/#comment-2172</guid>
					<description>Kurang ajar emang nih yg bikin biografi.....dasar wahabi</description>
		<content:encoded><![CDATA[	<p>Kurang ajar emang nih yg bikin biografi&#8230;..dasar wahabi
</p>
]]></content:encoded>
				</item>
	<item>
		<title>by: expo</title>
		<link>http://fendra.blogsome.com/2005/04/13/imam-al-ghozali-abdul-qodir-al-jaelani/#comment-2166</link>
		<pubDate>Sat, 06 Sep 2008 14:04:05 +0100</pubDate>
		<guid>http://fendra.blogsome.com/2005/04/13/imam-al-ghozali-abdul-qodir-al-jaelani/#comment-2166</guid>
					<description>orang yang menyesatkan dan mengharamkan wasilah lebih baik  maiti dari pada hidup banyakin dosa.karna lo dah ngerusak aqidah.gua yang pertama kalo  gua perang sama kaum lo.sudah ga da jalan damai perdebatan lebih baik berantem. gua kalo masalah ini ga bisa di halang2ngin.macem lo2 pade darah lo dah halal d</description>
		<content:encoded><![CDATA[	<p>orang yang menyesatkan dan mengharamkan wasilah lebih baik  maiti dari pada hidup banyakin dosa.karna lo dah ngerusak aqidah.gua yang pertama kalo  gua perang sama kaum lo.sudah ga da jalan damai perdebatan lebih baik berantem. gua kalo masalah ini ga bisa di halang2ngin.macem lo2 pade darah lo dah halal d
</p>
]]></content:encoded>
				</item>
	<item>
		<title>by: mageti</title>
		<link>http://fendra.blogsome.com/2005/04/13/imam-al-ghozali-abdul-qodir-al-jaelani/#comment-2156</link>
		<pubDate>Fri, 01 Aug 2008 11:05:25 +0100</pubDate>
		<guid>http://fendra.blogsome.com/2005/04/13/imam-al-ghozali-abdul-qodir-al-jaelani/#comment-2156</guid>
					<description>saya seneng membaca tulisan dari sahabat2 sekalian, rame dan seru...krn pada dasarnya saya tidak terlalu mengerti sejarah islam. tapi saya lihat kok ujung2nya jadi perdebatan, bukan suatu diskusi yg menarik. lah ujung2nya lagi saya jadi inget review tentang motor(produk yamaha honda suzuki) di blog orang laen..di mana ujung2nya pun juga perdebatan, malah tantantangan adu motor...(lebih parah), sisi laen mendukung motornya yg cc-nya gede lebih kenceng lebih canggih..., yag laenya ndak mo kalah juga dengan teknologi motor yg lebih canggih lagi....
kalo saya lihat orang2 kita ,kalo sedang diskusi ujung2nya debat kusir, bahkan adu jotos ato lempar kursi heheheh...lucu juga..., moga2 hal yg positif lebih banyak di publish oleh para sahabat sekalian...    </description>
		<content:encoded><![CDATA[	<p>saya seneng membaca tulisan dari sahabat2 sekalian, rame dan seru&#8230;krn pada dasarnya saya tidak terlalu mengerti sejarah islam. tapi saya lihat kok ujung2nya jadi perdebatan, bukan suatu diskusi yg menarik. lah ujung2nya lagi saya jadi inget review tentang motor(produk yamaha honda suzuki) di blog orang laen..di mana ujung2nya pun juga perdebatan, malah tantantangan adu motor&#8230;(lebih parah), sisi laen mendukung motornya yg cc-nya gede lebih kenceng lebih canggih&#8230;, yag laenya ndak mo kalah juga dengan teknologi motor yg lebih canggih lagi&#8230;.<br />
kalo saya lihat orang2 kita ,kalo sedang diskusi ujung2nya debat kusir, bahkan adu jotos ato lempar kursi heheheh&#8230;lucu juga&#8230;, moga2 hal yg positif lebih banyak di publish oleh para sahabat sekalian&#8230;
</p>
]]></content:encoded>
				</item>
	<item>
		<title>by: abi</title>
		<link>http://fendra.blogsome.com/2005/04/13/imam-al-ghozali-abdul-qodir-al-jaelani/#comment-2155</link>
		<pubDate>Thu, 31 Jul 2008 09:28:26 +0100</pubDate>
		<guid>http://fendra.blogsome.com/2005/04/13/imam-al-ghozali-abdul-qodir-al-jaelani/#comment-2155</guid>
					<description>didalam artikel ini, anda mengajak untuk bijak di dalam menilai suatu ajaran (&quot;Adapun sikap yang harus diambil adalah sikap Inshof (pertengahan) adalah menyebutkan kebaikan-kebaikannya disertai dengan menyebutkan kesalahannya.&quot;-alinea 2) tapi di alinea yang lain anda justru tidak obyektif didalam menilai ajaran Iman Iman Al Ghozali (&quot;Di kitab Al Ihya’ sendiri ada faedah-faedah yang banyak tetapi tidak sedikit materi-materi yang tercela dan merusak berupa ucapan-ucapan filsafat yang berkenaan dengan tauhid, kenabian, bahkan urusan akhirat.&quot;alinea 4) tapi anda tidak menyebutkan kebaikan dari Imam Al Ghozali (ajaran Iman Al-Ghozali yang benar menurut anda) jadi dimana letak sikap inshof anda. Dari tulisan ini menunjukkan munafiknya anda dan sesungguhnya orang yang munafik adalah orang yang sesat</description>
		<content:encoded><![CDATA[	<p>didalam artikel ini, anda mengajak untuk bijak di dalam menilai suatu ajaran (&#8221;Adapun sikap yang harus diambil adalah sikap Inshof (pertengahan) adalah menyebutkan kebaikan-kebaikannya disertai dengan menyebutkan kesalahannya.&#8221;-alinea 2) tapi di alinea yang lain anda justru tidak obyektif didalam menilai ajaran Iman Iman Al Ghozali (&#8221;Di kitab Al Ihya’ sendiri ada faedah-faedah yang banyak tetapi tidak sedikit materi-materi yang tercela dan merusak berupa ucapan-ucapan filsafat yang berkenaan dengan tauhid, kenabian, bahkan urusan akhirat.&#8221;alinea 4) tapi anda tidak menyebutkan kebaikan dari Imam Al Ghozali (ajaran Iman Al-Ghozali yang benar menurut anda) jadi dimana letak sikap inshof anda. Dari tulisan ini menunjukkan munafiknya anda dan sesungguhnya orang yang munafik adalah orang yang sesat
</p>
]]></content:encoded>
				</item>
	<item>
		<title>by: abi</title>
		<link>http://fendra.blogsome.com/2005/04/13/imam-al-ghozali-abdul-qodir-al-jaelani/#comment-2154</link>
		<pubDate>Thu, 31 Jul 2008 09:25:39 +0100</pubDate>
		<guid>http://fendra.blogsome.com/2005/04/13/imam-al-ghozali-abdul-qodir-al-jaelani/#comment-2154</guid>
					<description>didalam artikel ini, anda mengajak untuk bijak di dalam menilai suatu ajaran (&quot;Adapun sikap yang harus diambil adalah sikap Inshof (pertengahan) adalah menyebutkan kebaikan-kebaikannya disertai dengan menyebutkan kesalahannya.&quot;-alinea 2) tapi di alinea yang lain anda justru tidak obyektif didalam menilai ajaran Iman Iman Al Ghozali (&quot;Di kitab Al Ihya’ sendiri ada faedah-faedah yang banyak tetapi tidak sedikit materi-materi yang tercela dan merusak berupa ucapan-ucapan filsafat yang berkenaan dengan tauhid, kenabian, bahkan urusan akhirat.&quot;alinea 4) tapi anda tidak menyebutkan kebaikan dari Imam Al Ghozali (ajaran Iman Al-Ghozali yang benar menurut anda) jadi dimana letak sikap inshof anda. Dari tulisan ini menunjukkan munafiknya anda dan sesungguhnya orang yang munafik adalah orang yang sesat</description>
		<content:encoded><![CDATA[	<p>didalam artikel ini, anda mengajak untuk bijak di dalam menilai suatu ajaran (&#8221;Adapun sikap yang harus diambil adalah sikap Inshof (pertengahan) adalah menyebutkan kebaikan-kebaikannya disertai dengan menyebutkan kesalahannya.&#8221;-alinea 2) tapi di alinea yang lain anda justru tidak obyektif didalam menilai ajaran Iman Iman Al Ghozali (&#8221;Di kitab Al Ihya’ sendiri ada faedah-faedah yang banyak tetapi tidak sedikit materi-materi yang tercela dan merusak berupa ucapan-ucapan filsafat yang berkenaan dengan tauhid, kenabian, bahkan urusan akhirat.&#8221;alinea 4) tapi anda tidak menyebutkan kebaikan dari Imam Al Ghozali (ajaran Iman Al-Ghozali yang benar menurut anda) jadi dimana letak sikap inshof anda. Dari tulisan ini menunjukkan munafiknya anda dan sesungguhnya orang yang munafik adalah orang yang sesat
</p>
]]></content:encoded>
				</item>
	<item>
		<title>by: mihawk</title>
		<link>http://fendra.blogsome.com/2005/04/13/imam-al-ghozali-abdul-qodir-al-jaelani/#comment-2153</link>
		<pubDate>Mon, 28 Jul 2008 12:32:59 +0100</pubDate>
		<guid>http://fendra.blogsome.com/2005/04/13/imam-al-ghozali-abdul-qodir-al-jaelani/#comment-2153</guid>
					<description>kita tidak boleh semena-mena mengatakan itu sesat, itu keliru sebab semuanya punya dasar tersendiri, wasilah itu boleh, sebab didalam wasilah itu kita tidak meminta sesuatu apapun pada orang yang kita wasilahi..
selain itu wasilah juga bertujuan mendoakan orang tersebut. di dalam al qur'an banyak di jelaskan bahwa bila kita mendoakan orang lain, maka malaikat berucap &quot;amin dan semoga doa itu kembali padamu&quot;
jadi yangt perlu saya tekan kan jangan sekali-sekali berkata sesat, kita lihat dulu dari mana kita memandang, coba pandang dari beberapa sudut pandang.
terima kasih. artikel anda menarik!!</description>
		<content:encoded><![CDATA[	<p>kita tidak boleh semena-mena mengatakan itu sesat, itu keliru sebab semuanya punya dasar tersendiri, wasilah itu boleh, sebab didalam wasilah itu kita tidak meminta sesuatu apapun pada orang yang kita wasilahi..<br />
selain itu wasilah juga bertujuan mendoakan orang tersebut. di dalam al qur&#8217;an banyak di jelaskan bahwa bila kita mendoakan orang lain, maka malaikat berucap &#8220;amin dan semoga doa itu kembali padamu&#8221;<br />
jadi yangt perlu saya tekan kan jangan sekali-sekali berkata sesat, kita lihat dulu dari mana kita memandang, coba pandang dari beberapa sudut pandang.<br />
terima kasih. artikel anda menarik!!
</p>
]]></content:encoded>
				</item>
</channel>
</rss>
