Laskar Cinta vs Laskar Jihad

28 April 2005

Perseteruan antara Dewa dengan FPI (Front Pembela Islam) semakin hari kian panas dan masalah ini sudah sampai ke pihak kepolisian. Menurut pendapat saya sih sebenarnya masalahnya kan sudah selesai. Sikap arogansi FPI dengan tindakan yang kurang mengesankan sebagai ormas Islam sungguh sangat disayangkan. Betapa tidak, pengerahan massa dan berbagai ancaman yang ditujukan kepada Dewa (khususnya Dhani) seharusnya tidak perlu terjadi. Ancaman akan memboikot serta melakukan sweeping Album Laskar Cinta, konser-konser Dewa, dan yang lebih parah ancaman terhadap keselamatan para personel dan menejemen Dewa.

MUI mengeluarkan pernyataan sikap, terkait dengan perseteruan antara grup musik Dewa dan FPI pimpinan Habib Rizieq. Pimpinan FPI belum puas.
Sebab, logo pada sampul album Dewa terakhir bertajuk Laskar Cinta berupa kaligrafi bintang segi delapan bisa diterima oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI). MUI justru mempersoalkan foto awak Dewa yang bertato.

tatto

MUI mengeluarkan sikap setelah Dewa dan Front Pembela Islam (FPI) bertemu di kantor MUI di Gambir, Jakarta Pusat, Selasa (26/4). Kru Dewa datang lebih dulu pukul 11.55. Mereka adalah Ahmad Dhani, Once, Tyo Nugros, Andra, dan Yuke. Mereka didampingi pengacara Habib Umar Husein.

Rombongan FPI menyusul tak lama kemudian. Rombongan FPI pimpinan Habib Rizieq ini datang dengan belasan sepeda motor dan empat mobil, dua di antaranya Mikrolet.

Entah khawatir bertemu rombongan FPI, Dhani tidak bersedia memberikan keterangan kepada wartawan. Hanya pengacaranya memberikan keterangan, itu pun sangat singkat. Tapi Dhani meminta wartawan memawancarai di studio Dewa di Pondok Indah, Jakarta Selatan.

Sikap atau keputusan MUI dibacakan oleh Umar Shihab (ketua), didampingi Asmuni Abdul Rahman (ketua) dan Din Syamsudin (sekretaris). Poin pertama terkait dengan penampilan Dewa di Trans TV pada Minggu 10 April 2005. Lewat konser ekskslusif di Trans TV, Dewa dituding FPI telah menginjak-injak kaligrafi Allah. Sebab, Dewa tampil di atas karpet merah bertuliskan kaligrafi yang mirip dengan sampul cover album terbarunya.

“Berdasarkan informasi dari Dewa, mereka sudah meminta maaf kepada umat Islam. Kami menilai sebagai muslim dan tata cara dalam agama Islam, seseorang yang meminta maaf itu seharusnya dimaafkan. Sebab, dalam ajaran agama, yang lebih utama memberi maaf, bukan meminta maaf,” kata Umar Shihab.

Poin kedua menyangkut logo bintang segi delapan yang menjadi logo album Laskar Cinta. Menurut penilaian MUI , tidak ada larangan untuk menempatkan logo Allah pada suatu cover atau suatu kegiatan. Artinya, itu tidak bertentangan dengan ajaran agama Islam. “Karena itu kami melihat bahwa isi dari kaset ini tidak ada yang bertentangan dan logo ini bisa jalan terus,” katanya.

Logo tidak menjadi masalah. Tapi, kata Umar Shihab, MUI meminta Dewa segera mencabut gambar yang ada di cover. Gambar itu menunjukkan para personil Dewa memakai tato. “Gambar ini bisa disalahpahami orang, karena menempatkan lafadz Allah di dada orang-orang yang bertato. Walaupun mungkin orang-orangnya tidak bertato, tapi gambar ini memperlihatkan tato. Karena itu MUI minta gambar ini dicabut,” tegas Umar Shihab.

Pada poin ketiga, MUI meminta masalah ini diselesaikan secara islah. Karena itu MUI akan menjadi mediator dengan mempertemukan Habib Rizieq (pimpinan FPI) dan Ahmad Dhani (pimpinan Dewa). “Hal ini dilakukan untuk mencari jalan keluar sebaik-baiknya, demi kemaslahatan bersama dan ini telah disepakati bersama,” tandas Umar yang mengatakan rencananya akan dilakukan dalam waktu dekat.

Sementara Habib Rizieq yang dihubungi semalam menegaskan bahwa FPI dan ormas Islam mendukung keputusan MUI. Tapi ia juga mengatakan bahwa keputusan MUI itu belum menuntaskan masalah. Sebab, yang diinginkan oleh FPI justru logo bintang segi delapan itu dicabut atau dimodifikasi sebagaimana sudah disarankan kepada Ahmad Dhani.

“Kita mendukung langkah MUI. Artinya selangkah lebih maju. Tapi kalau membuat pernyataan jangan setengah-setengah seperti ini. Siapa yang berani menjamin tidak akan ada lagi penistaan asma Allah? Kalau logo kaligrafi Allah tidak dicabut atau dimodifikasi, apakah MUI berani menjamin tidak akan ada lagi penistaan. Sebab, bila logo ini tetap dibiarkan akan kembali terjadi penistaan,” katanya.

“Logo itu tetap akan muncul di diskotek, pub, kafe, atau nigth club. Hal itu akan terjadi bila Dewa tampil di tempat-tempat itu. Apalagi peralatan musik mereka ada yang pakai logo asma Allah, apa ini bukan penistaan. Apa pantas Asma Allah yang begitu mulia berada di tempat seperti itu. Tempat-tempat seperti itu dan dunia entertaiment itu merupakan kemaksiatan,” kata Habib.

Lebih lanjut Habib Rizieq mengatakan, tuntutan mereka hanya sederhana cabut logo itu. Bila hal itu dipenuhi, pihaknya juga bersedia mencabut laporan mereka ke polisi.

“Sederhana kan? Kalau mereka beralasan kaset sudah beredar, itu bisa dibicarakan. Yang sudah telanjur beredar tidak masalah, mungkin untuk kemudian hari tidak memakai logo itu lagi. Kita juga tidak ingin membuat rugi usaha orang. Sekarang kuncinya niat Dhani saja. Mau mencabut logo itu atau memodifikasi seperti yang kami tawarkan. Kalau ia bersedia, besok semuanya beres, kami langsung cabut tuntutan kami. Selesai!” ujar Habib Rizieq.

Rizieq kemarin sudah menyambangi kantor PT Aquarius Musikindo (produser) dan PT Djarum Super (produsen LA Light) selaku sponsor. Tapi, kata Rizieq, mereka meminta waktu untuk memberikan jawaban terkait tuduhan FPI ikut serta melakukan penistaan agama.

Habib Umar (pengacara Dewa) menegaskan bahwa Dewa mematuhi keputusan MUI. “Kami menyerahkan semua seperti yang dikatakan MUI. Kami juga bersedia melakukan pertemuan dengan FPI seperti yang telah diputuskan MUI,” katanya.

Sampai semalam, Dhani tidak memberikan komentar. Di studio, ternyata Dhani tak hadir, sebagaimana dijanjikan. Dewa hanya diwakili oleh Habib Umar Husein dan Dian Rahmaniar (staf manajemen Dewa). “Dhani belum bersedia memberikan komentar karena dia ingin cooling down dulu setelah MUI mengeluarkan pernyataan,” kata Habib Umar.

Sementara rumah Dhani di Jalan Pinang Mas, Pondok Indah, sejak Senin (25/4) dijaga superketat, baik oleh polisi maupun oleh marinir. Menurut Habib Umar, penjagaan ini merupakan antisipasi terhadap hal-hal yang tidak dinginkan. “Kami memang meminta bantuan keamanan dari polisi untuk mengantisipasi kemungkinan yang tidak dinginkan terkait dengan masalah ini,” tandas Habib.

Huh !!! Sungguh naif sekali dan sikap arogansi berlebihan yang ditunjukkan oleh FPI tidaklah pada tempatnya. Masih ingat berita dengan judul “Laskar Cinta Sensasi Kebablasan Dewa” yang dimuat di media-media beberapa hari yang lalu. Nah mungkin sekarang yang paling tepat adalah “FPI Fanatisme Kebablasan”. Mungkin juga patut dijadikan pegangan oleh semua manusia (khususnya umat Muslim) bahwa Allah Maha Pengampun dan Pemaaf. Masih ingat dengan beberapa lirik di bawah ini … !!

“…hadapi dengan senyuman semua yg terjadi biar terjadi. Hadapi dengan tenang jiwa semua ‘kan baik-baik saja…”

“…Tuhan anugerahi sebuah cinta kepada manusia untuk dapat saling menyayangi. Bila kebencian meracuni tak’kan ada jalan keluar, damai hanya jadi impian…”

“…Kita tak’kan bisa berlari dari kenyataan bahwa kita manusia tempatnya salah dan luka…”

“…Bila … kamu bisa ‘tuk memaafkan atas kesalahanan manusia yang mungkin tak bisa di maafkan. Tentu Tuhan pun akan memaafkan atas dosa yang pernah tercipta yang mungkin tak bisa diampuni”

Atas Nama Cinta

news was taken from Kompas

17 Comments »

The URI to TrackBack this entry is: http://fendra.blogsome.com/2005/04/28/laskar-cinta-vs-laskar-jihad/trackback/

  1. kok rumah e dani di amankan .. yo yang ngancam toh di tangkep .. wah repot musuh pulisi sing jarene pengayom masyarakat ini .. ternyata yang diayomi cuman masyarakat yang berduit ya pak ? taek pak ..

    Comment by loper — 7 May 2005 @ 11:52

  2. Kill Him (DhanI) or bring Him to Hell,don’t be afraid to breaking Him

    Comment by Mujahid — 17 June 2005 @ 09:25

  3. FPI bercrminlah selama ini apa sih kontribusi anda untuk umat islam yang lain (bukan anggota anda)…selama ini orang-orang FPI itu tertutup dan tidak mau bergaul dengan masyarakat lain yang bukan golongannya…Apa anda merasa suci dan paling benar..kita manusia yang punya akal dan hati, apakah dulu tidak pernah belajar bagaimana menghargai orang dan menyelesikan masalah…kita tidak boleh mempresepsikan tindakan orang apakah itu benar/salah…sebelum kita mendengar yang sebenarnya, tapi kalo tidak mau mendengar yang ada yan hanya membabibuta.. dalam menyelasikan masalah….jika anda memang orang islam yang khafah..bukankah diIslam ada ajaran musyawarah dan menghargai orang lain… Rosululloh aja bisa mengayomi orang islam dan kafir, sedangkan kita hanya manusia..why we can’t not..

    Comment by Sofyan Arif — 25 June 2005 @ 10:35

  4. satu kata untuk Dhani. . BANTAI!!!

    Comment by lalu raditya — 25 July 2005 @ 05:23

  5. Dhani!!!, kalo lu baru bisa ngeja alif,ba,ta, ndak usah nekat ngomongin makrifat n tasawuf deh!

    Comment by lalu raditya — 25 July 2005 @ 05:28

  6. How ’bout “[Puncak Abadi Para Dewa] Fanatisme Kebablasan” ??

    Comment by koncone Indra W — 26 July 2005 @ 11:21

  7. Apa korelasinya judul “Laskar Cinta vs Laskar Jihad” dengan isi tulisan “Perseteruan antara Dewa dengan FPI (Front Pembela Islam)…”??
    Sebab FPI (Front Pembela Islam) Tidak Sama dengan LASKAR JIHAD. Laskar Jihad sudah membubarkan diri setelah konflik Ambon mereda.
    Tolong perhatikan pengetahuan mas indra, tentang apa yang akan mas indra tulis.

    Setiap orang harus fanatik terhadap apa yang diyakininya benar dalam arti memperjuangkan keyakinan.

    Termasuk Kita.

    Apa itu “fanatisme berlebihan”?
    — tanya diri sendiri. —

    Comment by dulure Indra W — 26 July 2005 @ 11:40

  8. Kasih dan sayang sebenarnya amat sangat ditekankan dalam Islam, bahkan setiap hendak melakukan apapun selalu harus dilandasi kasih dan sayang. Bismillahirrahmaanirrahiim, kita semua tahu maknanya yg senantiasa mengingatkan kita akan kemuliaan Allah SWT yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang.
    Islam sungguh ANTI KEKERASAN..Islam adalah rahmatan lil ‘alamin.
    Namun nyatanya banyak sekali orang Islam yg tidak mau menjaga makna tersebut, dengan dalih agama (maaf) membuat keonaran disana sini, yang mana hanya akan mendapatkan antipati, yang mengidentikkan Islam adalah kekerasan (maaf, perbuatan tersebut termasuk melecehkan Islam dimata non muslim).
    Cobalah pahami hal yg simple dulu yaitu makna “Bismillahirrahmaanirrahiim”
    Jangan hanya pakai sorban dan berjenggot panjang dan berteriak “Allahu akbar” lantas menghalalkan tindak kekerasan.
    Btw…jaga kedamaian, jauhi narkoba ‘n stop kekerasan!!!

    Comment by daMai — 6 August 2005 @ 10:10

  9. Bismillahhirrahmanirrahim
    islam itu lemah lembut
    islam itu penuh dengan kasih sayang
    semua hukumnya dibuat untuk menyelamatkan kita semua.
    tetapi bila islam itu juga tegas
    nabi sendiri tegas dalam amar makrub nahi munkar.
    berjuanglah terus front pembela islam
    doaku bersamamu
    mari tegakkan syariah islam
    biarkan orang2 kafir menentang hukum Allah
    kelak mereka akan menyesal
    Allahu Akbar
    Allahu Akbar

    Comment by ardi — 16 August 2005 @ 10:44

  10. untuk Dhani,
    semoga mendapat umur yang panjang
    semoga Allah Merahmati
    Rahmat Allah tiada terbatas
    dan jangan jadi musuh bagi hukum2 Allah
    kita hanyalah hamba
    didunia ini hanya untuk menunjukkan kehambaan kita.
    bila kita dipanggil esok,
    apakah yang bisa kita banggakan dihadapan-Nya kelak.
    bila saya yang ditanya,
    yang ku banggakan adalah kalimah ini
    Tiada yang kusembah, ku cintai, ku takuti, ku harapkan, selain Allah Yang Esa yang tiada sekuatu bagi-Nya.

    Comment by ardi — 16 August 2005 @ 10:49

  11. Fpi sekumpulan orang sesat, gila agama, sok suci. Tampang monyet semua

    Comment by FPI Babi — 30 May 2006 @ 10:50

  12. dani siap2 gue pasti bunuh lo

    Comment by rijal — 13 August 2007 @ 19:23

  13. Violence, violence, violence ! = Islam, islam, islam !

    Comment by kard — 2 November 2007 @ 01:37

  14. jikalau niat adalah apa yang dikatakan nurani kita..tentang cinta kita kepada-NYA..maka jalankanlah tapi harus sesuai dengan ketentuan-ketentuan-NYA

    Comment by p-man — 2 November 2007 @ 09:31

  15. bismillahirrahmanirrahim…
    memang benar islam AGAMA KASIH..
    gue pembela FPI yg selalu jadi “kambing hitam”
    padahal sebenarnya mereka menegakkan amar ma,ruf nahi mungkar…

    gue yakin,FPI bermusyawarah sebelumnya,tp media gak akan meng “expose”nya(gak ada nilai jual).mereka hanya menyebarkan berita “kbrutalan”bla..bla

    dhani,apa salahnya kowe ganti album itu,kan kowe banyak duit!!bikin yg kira2 gak melukai hati umat islam,

    wassalam.. :)

    Comment by cinta FPI — 4 November 2007 @ 10:38

  16. BERITA PERTIKAIAN AHMAD DHANI

    Comment by PIRMAIDA — 12 November 2007 @ 19:53

  17. ah dua2nya ga bener.
    dua2nya arogan.
    dua2nya merasa benar.
    dua2nya mengatasnamakan islam.
    tapi dua2nya menistakan islam.

    Comment by singkong — 29 September 2008 @ 02:48

RSS feed for comments on this post.

Leave a comment

Line and paragraph breaks automatic, e-mail address never displayed, HTML allowed: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <code> <em> <i> <strike> <strong>



Anti-spam measure: please retype the above text into the box provided.