Kulepas semua yang kuinginkan … tak akan kuulangi. Maafkan jika kau kusayangi dan bila kumenanti. Pernahkah engkau coba mengerti lihatlah ku disini. Mungkinkah jika aku bermimpi salahkah tuk menanti. Takkan lelah aku menanti … takkan hilang cintaku ini. Hingga saat kau tak kembali … kan kukenang di hati saja. Kau telah tinggalkan hati yang terdalam hingga tiada cinta yang tersisa di jiwa
Bila mengingat semusim lalu, kutemui camar yang tak mampu terbang. Menengadah meratap langit mencari isi hati yang masih kosong. Begitu lembut dan mungil sayapnya hingga tak mampu terbang. Namun senyumnya manis sekali.
Semusim sudah berlalu, terukir senyum caria di wajahmu. Kubilas dengan keindahan agar sayapmu dapat mengepak. Membasuh air mata hati dan perasaan pun mulai tumbuh. Senyum manismu begitu jelita.
Semusim ini sayapmu pung mulai tumbuh. Mencoba terbang melintasi angkasa menghiasi titik-titik kehidupan. Mencairkan makna cinta yang selama ini tlah kautemui. Seyumlah dewi … terbanglah bersama hembusan angin, kan kuiringi dengan senyum.
Terbanglah wahai camar indahku. Aku kan meneruskan perjalananku mencari sebuah mimpi yang tak pasti. Dan jika esok … aku sudah tiada lagi dibayangmu dan tiada lagi melingkari sepimu. Jangan sekali kau kesal karena aku hanyalah musafir, berhenti sejenak menahan lelah. Membantumu terbang dan terbang.
Iringilah kepergianku dengan senyum dan aku akur dengan kehendakmu. Kan kupastikan suatu saat kita bertemu lagi, didunia yang berbeda dan tempat yang berbeda. Bersama lagi selamanya…
Our love will never die