Film yang mengisahkan sekelumit perjalanan tokoh “pemberontak ketertindasan” tempoe doeloe akan segera rilis besok 14 Juli 2005. Film garapan rumah produksi Miles Film yang di sutradarai oleh Riri Riza ini diperankan oleh Nicholas Sahputra (yang dikenal sebagai pemeran Rangga dalam film AADC) sebagai tokoh utama Soe Hok Gie.
Film yang dikabarkan menelan dana sekitar 7 miliar ini di produseri oleh Mira Lesmana yang juga menjadi produser film-film laris seperti Petualangan Sherina dan AADC.
Siapa tokoh ini? Mengapa begitu penting hingga difilmkan? Memang sosok Gie begitu fenomenal dan menjadi salah tokoh pemuda yang sarat dengan kritik sosial akan perubahan di era ‘66. (Lihat sedikit tentang Gie di salah satu artikel yang pernah saya posting atau Blog Jay).

Untuk lebih memberi greget pada film ini, Miles Films meluncurkan album “soundtrack” film “Gie” dengan lagu unggulan “Gie” dan “Cahaya Bulan” yang digarap oleh Eross Sheila On 7. Dipilhnya Eross untuk mengisi soundtrack pada film ini karena lagu-lagu ciptaannya yang jujur sesuai dengan karakter Soe Hok Gie, menurut Mira. Lirik-lirik lagu Gie bercerita tentang sosok Gie yang semangat juangnya selalu menjadi sumber inspirasi. (Lagu Gie bisa di download disini). Lagu tersebut dinyanyikan oleh seorang teman bernama Octa.

Saat meriset Soe Hok Gie, Mira dan Riri mewawancara begitu banyak teman sang tokoh. Selama dua tahun, mereka mencoba untuk mencari gambaran utuh tentang Soe Hok Gie. Namun, yang didapat tidak selamanya mendukung apa yang mereka cari. Riri sebagai sutradara dan penulis skenario awalnya memasukkan semua hal yang menarik. Alhasil, draf skenario pertama baru habis dibaca dalam waktu 4 jam. Pelan-pelan, Riri mencari fokus dan mencopot satu per satu karakter sambil terus mengembangkan yang memang diperlukan.
Setelah memutuskan berhenti untuk mencari tahu Gie lewat orang-orang yang dikenalnya, Mira dan Riri kembali membuka Catatan Seorang Demonstran, menjadikannya sebagai basic untuk penulisan cerita dan kemudian mengintrepretasinya.

Film Gie

Gie boleh dibilang film paling berat yang diproduksi Mira. Namun, menurut Mira, berat tidak diartikan sebagai terbebani, tetapi berat yang menantang. Mira juga sanagt optimis sekali kalau film ini akan meraih sukses melebihi film AADC.
Optimisme Mira barangkali patut digarisbawahi. Saat layar lebar didominasi film-film remaja yang “tidak berisi”, Mira dan timnya berani mengajukan sebuah alternatif, sebuah tontonan yang bisa jadi dipandang berat bagi banyak orang muda—yang menjadi target utamanya. Alternatif yang diberikan Mira, Riri, dan rekan-rekannya ini mungkin bisa menggeser paradigma soal peristiwa kelam 1965 yang dulu hanya diketahui lewat film G30S/PKI yang diputar setiap tahun.
Atau, yang tadinya tidak mengenal Soe Hok Gie bisa mengetahui bahwa ada sosok pemuda yang tidak cuma memikirkan kesenangan duniawi dan diri sendiri. Ada sosok pemuda yang sejak kecil telah tertantang untuk berpikir tentang orang banyak, mencari sebab dari permasalahan, menganalisisnya, dan kemudian bersikap.

Mudah-mudahan, kita semua jadi tahu siapa Soe Hok Gie, dan bukan cuma memburu kebintangan seorang Nicholas Saputra.

Nonton bareng yukk !!! ;)

Download lagu “Gie”