PSSI-BANGSAT PSSI kembali menunjukkan kebodohannya dalam memegang otoritas tertinggi persepakbolaan di Indonesia. Saya barusan membaca berita lewat detik dan jawapos tentang mundurnya Persebaya dari 8 Besar Liga Djarum Indonesia. Sebuah keputusan yang sangat tidak terduga-duga dan sangat kontroversial sekali karena sisa pertandingan yang harus dilakoni Persebaya tinggal satu yaitu melawan Persija Jakarta. hal ini sangat menguntungkan Persija karena secara tidak langsung Persija akhirnya lolos ke final karena dinyatakan menang WO atas Persebaya. Dalam berita yang saya baca disini, disini, disini dan disini, keputusan mundur tersebut telah mencapai titik final dan sudah menjadi keputusan seluruh pengurus kubu Persebaya. Masih ingat dalam benak kita bagaimana Persija lolos ke babak 8 besar sebagai juara grup setelah menang WO juga atas Persib Bandung. Pertandingan yang rencananya berlangsung di kandang Persija batal dikarenakan aksi suporter Persija yang menguasai lapangan pertandingan sehingga menyebabkan Persib enggan melakoni laga tersebut. Anehnya aksi brutal tersebut tidak mendapat respon dari PSSI dan lebih memilih menyatakan Persija menang WO atas Persib Bandung.

Sedangkan alasan mundur Persebaya dari babak 8 Besar Liga Djarum Indonesia yaitu selama pertandingan Bonek (sebutan suporter Persebaya) selalu mendapatkan banyak tekanan fisik dan ada laporan mengatakan bahwa banyak bonek yang mengalami luka-luka. Selain itu juga adanya pernyataan dari FBR yang ditayangkan disalah satu stasiun televisi swasta bahwa mereka mengancam akan melibas Bonek yang ada di Jakarta. Entah bagaimana kelanjutan dari masalah ini dan bagaimana sikap yang akan diambil oleh PSSI selanjutnya.

Banyak sekali dosa-dosa PSSI yang merugikan beberapa klub-klub Liga Indonesia. Dan terus terang yang paling saya ingat adalah perlakuan PSSI yang merugikan Arema Malang berulang kali. Dan yang paling parah, Nurdin Halid yang pada waktu itu menjabat sebagai Ketua Umum PSSI sampai tersangkut kasus korupsi dana KDI tidak juga dipecat atau mencari pengganti sebagai Ketua Umum PSSI.

Semoga saja PSSI sanggup meningkatkan kinerjanya, mengatur struktur persepakbolaan Indonesia menjadi lebih profesional sehingga sepak bola Indonesia bisa lebih maju dan berkembang ke level tertinggi.

nb: maaf jika ada kesalahan dan kekasaran kata atau kalimat, karena mungkin itu adalah ungkapan hati kecil sebagian penikmat bola Indonesia