Arogansi PSSI Semakin Kuat

24 September 2005

Bangsat, bangsat dan bangsat, mungkin kata itulah yang pantas dilayangkan kepada PSSI. Arogansi PSSI semakin menjadi-jadi. Buntut dari mundurnya Persebaya dalam babak 8 Besar LDI adalah memberi skorsing selama 2 tahun dilarang mengikuti kompetisi Liga Indonesia bagi kesebelasan Persebaya. Sepertinya PSSI memutuskan hukuman tersebut berdasarkan emosi semata, tanpa mempelajari faktor-faktor dari kasus tersebut, dan mungkin yang lebih penting adalah PSSI tidak pernah melakukan intropeksi diri sebagai organisasi resmi persepakbolaan Indoensia. Tidak sadar atau mungkin tidak mau menyadari kekurangan dan dosa-dosa yang telah dilakukan sehingga mencoreng persepakbolaan Indonesia serta sangat merugikan beberapa klub yang menjadi korban.
Memang PSSI mempunyai statement sendiri dalam menentukan hukuman untuk Persebaya, saya baca di Jawapos, tapi tetap saja keputusan tersebut tidak berdasarkan hukum yang ada. Banyak hal yang harus dipertanyakan kepada PSSI, mungkin seperti pernyataan yang saya kutip dari salah satu halaman jawapos :

  • Skorsing 2 tahun tanpa harus mengikuti kompetisi sepak bola di Indonesia. Komdis PSSI tetap dengan keputusan skors dua tahun itu meski banyak pihak yang menyesalkan hal tersebut karena akan berakibat negatif bagi banyak pihak. Membunuh karir pemain sehingga akan berakibat pada keluarga pemain tersebut. Selain itu Persebaya juga tergolong dari kiblat persepakbolaan Indonesia yang telah banyak menyumbangkan pemain-pemain bagi Timnas Indonesia

    Seperti yang dituturkan Edi Ellison, pengamat sepakbola yaitu dasar hukum yang digunakan Komdis terhadap Persebaya lemah. Prinsip hukum di Indonesia adalah mendidik dan membina. Bukan membunuh. Kalau PSSI menghukum dua tahun, berarti mereka (PSSI) telah melanggar prinsip tersebut.

  • Komdis pun tetap kukuh pada keputusannya untuk menghukum berat Persebaya. Menurut mereka, hukuman skorsing dua tahun bagi Persebaya bukan tanpa dasar. “Dalam peraturan PSSI memang belum ada. Tapi, kami mengacu pada keputusan AFC dan FIFA,” dalih Togar Manahan Nero, Ketua Komdis kemarin. Dasar hukum yang dimaksud Togar adalah Peraturan FIFA World Cup 2006, Rules and Regulations AFC Asian Cup China 2004, serta FIFA Disciplinary Code 2004.

    “Berdasarkan Peraturan FIFA World Cup 2006 ayat 7, Komdis memiliki wewenang berupa keabsahan untuk melakukan skorsing terhadap klub yang melakukan pengunduran diri dari kompetisi berikut atau kompetisi lainnya,” jelas John Halmahera, anggota Komdis.

    Bahkan tak hanya skorsing dua tahun, Persebaya juga tidak bisa melakukan upaya banding apa pun jika mengacu peraturan tersebut. “Pada artikel 11 ayat 10 FIFA World Cup dan Rules, serta Regulations AFC ayat 20 butir 6, tidak ada banding atas hukuman yang dijatuhkan atas pelanggaran pengunduran diri,” jelas Halmahera.

    PSSI ingin mengacu kepada peraturan FIFA, yang bener ajaaa ….? Cuma guyon kan tuh pengurus PSSI? hahahah … benahi dulu struktur yang dipakai sekarang, lha wong masih amburadul seperti itu mau memakai cara-cara FIFA? Hihihih … duh sakit nih perut dengar pernyataan dari pengurus PSSI itu. Ngakak abis dehh … ngakak ngakak ngakak ngakak

12 Comments »

The URI to TrackBack this entry is: http://fendra.blogsome.com/2005/09/24/arogansi-pssi-semakin-kuat/trackback/

  1. Persebaya pun harus dipersalahkan karena mengambil keputusan secara emosional. 1 keputusan cepat yg berdampak besar.
    Masak keputusan nasib 1 klub yg bermain di final ditentukan sama SMS walikotanya? Semestinya mekanisme pengambilan keputusan di Persebaya juga disoroti. Orang2 seperti pengurus persebaya gak pantas jadi pembina klub olahraga manapun, karena gak sportif. Mengundurkan diri karena gak punya peluang untuk masuk ke final, trus ngambek nyerahin piala ke wartawan…memalukan org surabaya saja…

    Comment by jamal — 27 September 2005 @ 11:10

  2. ah sepak bola Indonesia aja dibahas, mending ngebahas ciuman sesama gemini aja gituloh ;)

    Comment by dudi — 28 September 2005 @ 00:04

  3. wah aku setuju dengan om dudi. ;)

    Comment by yonky — 30 September 2005 @ 18:26

  4. mauD`an pisCeS…asik giLa…!!

    Comment by NoY — 22 October 2005 @ 07:49

  5. http://pd2.funnyhost.com
    desk3
    [url=http://pd4.funnyhost.com]desk4[/url]
    [link=http://pd6.funnyhost.com]desk6[/link]

    Comment by ChrisAng — 6 March 2006 @ 19:24

  6. ngomongin ancurnya sepakbola indonesia gak akan ada habisnya cos indonesia emang bener -bener ancur. daripada bikin masalah mending hapus SEPAKBOLA dari list olah raga di indonesia. mending panjat tebing kan lebih asik n menantang gak perlu piala, juara n gak buat kita congkak

    Comment by diskon — 8 June 2006 @ 16:04

  7. Bubarkan saja PSSI nya, ga berguna, buang-buang uang, mendingan uangnya dipake nyumbang bencana, daripada dimakan penjahat-penjahat yang ada di PSSI.

    Comment by DAVEE — 29 June 2006 @ 13:38

  8. mbuh…
    Persebaya gak mutu rek

    Comment by think — 14 July 2006 @ 06:15

  9. PERSEBAYA YA DANCUKKKK..
    SABEN MAIN KALAH KAKEHAN NGAMUK….SUPPORTERE

    Comment by rayo — 25 September 2006 @ 16:35

  10. PSSI ya, Ketua nya saja lulusan PENJARA, korup lagi. malah ngurusi olahraga dan sportivitas. yang terasa ya kebodohan dan omong kosong.

    sekali lagi PSSI itu anteknya PERSIJA. PSSI bukan milik Indonesia.

    Comment by aremania — 2 November 2006 @ 14:21

  11. pssi lagi pssi lagi……………….. ko ga da habisnyaaaaaaaaaaaaaaa yaaaaaa klo d bahas mending kita rame2 bikin org sendiri yg lebih mantep dari pssi

    Comment by apes — 9 February 2007 @ 19:27

  12. SEPAKAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAATTTTTTTTT !!!!!!!!!!! SAMA JUDUL DIATAS !!!!!!!!!

    Comment by FAJAR INDRA — 20 March 2007 @ 03:29

RSS feed for comments on this post.

Leave a comment

Line and paragraph breaks automatic, e-mail address never displayed, HTML allowed: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <code> <em> <i> <strike> <strong>



Anti-spam measure: please retype the above text into the box provided.