Minal Aidin Wal Faidzin

seperti angin yang menerpa pucuk dedaunan
seperti ombak yang menerpa batu karang
seperti itulah sebuah cinta dihadapkan pada kenyataan hidup
melangkahkan kaki diatas bebatuan terjal
jika dirimu masih percaya pada sebuah cinta
mengapa keraguan itu terus kau torehkan dihati
menyemai benih-benih dendam yang membara
meruntuhkan tembok kepercayaan yang kita bangun bersama
aku ini hanya seorang manusia biasa
yang tak mungkin akan selalu sempurna
namun dihati ini ada sebuah asa
aku kan selalu ada disisimu apapun yang terjadi
kehidupan adalah perjalanan dari sebuah tujuan
dan dirimulah tujuan dari perjalanan hidup ini
meskipun semusim dulu kau bukan apa-apa
namun kini kau telah menghiasi palung hati ini
betapa telah kuserahkan hati dan jiwaku
untuk menjalani sisa hidup ini bersamamu
selama kita mampu bersandar pada kekuatan cinta
semua pasti akan berakhir indah
(more…)
Dua orang malaikat berkunjung ke rumah sebuah keluarga kaya. Keluarga itu sangat kasar dan tidak mengijinkan kedua malaikat itu bermalam di ruang tamu yang ada di rumahnya. Malaikat tersebut ditempatkan pada sebuah kamar berukuran kecil yang ada di basement.
Ketika malaikat itu hendak tidur, malaikat yg lebih tua melihat bahwa dinding basement itu retak. Kemudian malaikat itu memperbaikinya sehingga retak pada dinding basement itu lenyap.
(more…)