Puncak Abadi Para Dewa

Profile, Renungan, Roman3 August 2006 18:06

seperti angin yang menerpa pucuk dedaunan
seperti ombak yang menerpa batu karang
seperti itulah sebuah cinta dihadapkan pada kenyataan hidup
melangkahkan kaki diatas bebatuan terjal

jika dirimu masih percaya pada sebuah cinta
mengapa keraguan itu terus kau torehkan dihati
menyemai benih-benih dendam yang membara
meruntuhkan tembok kepercayaan yang kita bangun bersama

aku ini hanya seorang manusia biasa
yang tak mungkin akan selalu sempurna
namun dihati ini ada sebuah asa
aku kan selalu ada disisimu apapun yang terjadi

kehidupan adalah perjalanan dari sebuah tujuan
dan dirimulah tujuan dari perjalanan hidup ini
meskipun semusim dulu kau bukan apa-apa
namun kini kau telah menghiasi palung hati ini

betapa telah kuserahkan hati dan jiwaku
untuk menjalani sisa hidup ini bersamamu
selama kita mampu bersandar pada kekuatan cinta
semua pasti akan berakhir indah
(more…)

Roman24 September 2005 01:30

Kiss Ternyata bukan cuma masalah kepribadian saja yang bisa ditilik lewat astrologi. Karena yang namanya gaya berciuman seseorang pun, baik itu yang romantis, hangat atau bahkan kasar sekalipun, bisa diketahui lewat bintangnya. Yah … memang sih tidak selamanya benar, karena semua tergantung pada pribadi masing-masing. Namanya saja juga ramalan, gak harus percaya 100% kan ? Lagipun tidak semua dari kita pernah melakukan ciuman itu kan … hehehe … Tapi yang jelas ciuman yang indah adalah ciuman yang penuh dengan perasaan cinta dan sayang, pun tak dipungkiri dengan dorongan nafsu juga sih. Dan jangan pernah khawatir untuk melakukan ciuman, karena ciuman tidak mengakibatkan kangker, serangan jantung, impotensi dan gangguan kehamilan … boro-boro gangguan kehamilan, hamil aja gak mungkin koq .. huehueheu.

Penasaran ingin segera mencocokkan bintang dengan gaya berciuman Anda? Simak saja yang berikut ini:
(more…)

Roman15 June 2005 14:52

Kulepas semua yang kuinginkan … tak akan kuulangi. Maafkan jika kau kusayangi dan bila kumenanti. Pernahkah engkau coba mengerti lihatlah ku disini. Mungkinkah jika aku bermimpi salahkah tuk menanti. Takkan lelah aku menanti … takkan hilang cintaku ini. Hingga saat kau tak kembali … kan kukenang di hati saja. Kau telah tinggalkan hati yang terdalam hingga tiada cinta yang tersisa di jiwa

Bila mengingat semusim lalu, kutemui camar yang tak mampu terbang. Menengadah meratap langit mencari isi hati yang masih kosong. Begitu lembut dan mungil sayapnya hingga tak mampu terbang. Namun senyumnya manis sekali.

Semusim sudah berlalu, terukir senyum caria di wajahmu. Kubilas dengan keindahan agar sayapmu dapat mengepak. Membasuh air mata hati dan perasaan pun mulai tumbuh. Senyum manismu begitu jelita.

Semusim ini sayapmu pung mulai tumbuh. Mencoba terbang melintasi angkasa menghiasi titik-titik kehidupan. Mencairkan makna cinta yang selama ini tlah kautemui. Seyumlah dewi … terbanglah bersama hembusan angin, kan kuiringi dengan senyum.

Terbanglah wahai camar indahku. Aku kan meneruskan perjalananku mencari sebuah mimpi yang tak pasti. Dan jika esok … aku sudah tiada lagi dibayangmu dan tiada lagi melingkari sepimu. Jangan sekali kau kesal karena aku hanyalah musafir, berhenti sejenak menahan lelah. Membantumu terbang dan terbang.

Iringilah kepergianku dengan senyum dan aku akur dengan kehendakmu. Kan kupastikan suatu saat kita bertemu lagi, didunia yang berbeda dan tempat yang berbeda. Bersama lagi selamanya…

Our love will never die